Smart News Tapanuli

HALAMAN FACEBOOK

Menko Luhut ingin Pelabuhan Kuala Tanjung dikembangkan

Menko Luhut ingin Pelabuhan Kuala Tanjung dikembangkan
Menko Luhut Panjaitan.

SUMUT – Menko Maritim Luhut B Panjaitan memaparkan keinginannya agar Pelabuhan Kuala Tanjung yang teletak di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, mempunyai kedalaman hingga 14 meter.

“Pelabuhan Kuala Tanjung, itu kita pingin kedalamannya sampai ke 12-14 meter, supaya kapal-kapal besar masuk. Kemudian di belakangnya itu harus ada industrial estate, apa itu, misal seperti kelapa sawit supaya (produksi) turunannya itu bisa di sana, jadi kita ekspor itu sudah punya nilai tambah,” tekan Menko Luhut mengenai pentingnya konektifitas dalam mendukung pertumbuhan industri lokal, kepada wartawan di Medan, (7/10).

Selain itu, kata Luhut, infrastruktur jalan juga disiapkan hingga 10 tahun ke depan.

“Nah kemudian jalan sini ke Dumai, itu menjadi satu kesatuan itu sampai ke Rantau Prapat. Nah jadi ini satu terintegrasi. Proyek itu bisa nilainya bisa beberapa belas miliar dollar dalam kurun waktu mungkin 5 sampai 10 tahun, dan itu akan menciptakan lapangan kerja di Sumatera Utara, dan Sumatera Utara ini punya turis destinasi yang bagus, punya juga tempat industri yang bagus, dengan harga listrik yang relatif murah, karena saya tadi dari hidropower dan strategic locationnya dia, karena dia dari Selat Malaka, jadi cost-nya lebih murah,” tuturnya.

Pemindahan Taman Bunga Nusantara Humbang Hasundutan

Di kesempatan yang sama, Menko Luhut mendapat pertanyaan dari sejumlah media seperti mengenai pemindahan Taman Bunga Nusantara, yang menurut Menko Luhut sendiri sampai saat ini masih dalam proses pengkajian.

“Itu sedang dikaji, jadi saya juga mau ninjau juga sama bupati, melihat itu mana yang lebih bagus. Buat saya, sepanjang tidak terlalu jauh dari airport. Kalau hanya 20-30 menit dari airport, saya kira sudah bagus,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan pembangunan akan selasai tahun depan karena investor sudah siap untuk menanamkan modalnya.

“Investor terus bertanya ‘kapan kami bisa mulai’. 5 investor ini ada dari luar dan dalam negeri,” ungkapnya.

“Masalah sekarang saya kira hanya lahan, studi lingkungan hidup, AMDAL,” terang Menko Luhut yang menargetkan AMDAL selesai akhir Oktober ini sehingga ijin lingkungan hidup dapat segera diterbitkan sesuai prosedur.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai adanya pemberian tanah hutang lindung secara ilegal pada oknum tertentu, Menko Luhut menekankan ketidakbenaran isu tersebut.

“Nah sekarang ini pemerintah sudah transparan, tidak ada yang gitu-gituan. Jadi saya minta, (masyarakat) Medan itu harus kompak,” jelasnya agar masyarakat Medan ikut memeriksa kebenaran setiap informasi sehingga tidak menjadi terpecah belah karena kabar hoax. (TS)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional