Smart News Tapanuli

HALAMAN FACEBOOK

Pembangunan rigid beton di Sibolga masih dikeluhkan warga

Pembangunan rigid beton di Sibolga masih dikeluhkan warga
Foto sisa besi yang masuk muncul di lokasi jalan rigid beton dikota Sibolga.

SIBOLGA – Hasil dari proyek pembangunan rigid beton bersamaan dengan pembangunan parit beton oleh Dinas PU Bidang Bina Marga Kota Sibolga di Jalan Gambolo, Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas, hanya menyisahkan keluhan bagi warga sekitar dan pengguna jalan lainnya.

Pasalnya, meski proyek senilai Rp. 4,7 milliar dari APBN itu sudah dikerjakan oleh dua rekanan di Tahun Anggaran (TA).2015 dan 2016 lalu, namun saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan terbengkalai, bahkan dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya saat melintas di lokasi tersebut.

Seperti yang di ungkapkan Maslia salah seorang warga di sekitar lokasi. Menurutnya, hasil dari proyek pembangunan ini hanya buat warga kecewa.

“Soalnya air pembuangan di saluran parit beton tidak dapat mengalir sebagaimana yang diharapkan. Alhasil air pembuangannya pun menjadi tergenang dan sampah pun nampak menumpuk disaluran parit beton ini,”katanya kepada awak media, Jumat, (6/10).

“Bagaimana lah mungkin air pembuangan yang ada di dalam parit ini bisa mengalir dengan lancar, sedangkan bangunan parit lama yang ada di ujung jalan gambolo arah laut ini, tidak dilakukan penggalian dan pembangunan parit beton yang baru, akhirnya air pembuangan ini pun bertahan dan selalu tergenang,” imbuhnya.

Hal yang sama juga di sampaikan Arif warga Jalan Gambolo, Kota Sibolga. Dia mengatakan, selain air hujan, saluran parit beton ini selalu tergenang oleh air pembuangan dari limbah rumah tangga.

“Namun sangat disayangkan air pembuangan tersebut tidak dapat mengalir dengan lancar, melainkan air nya bertahan dan menggenangi saluran pembuangan parit itu, yang dikhawatirkan berdampak menimbulkan sumber penyakit,” keluhnya.

Yang lebih parahnya lagi lanjut Arif, banyak ditemukan sisa material besi yang kelaur di saat pembuatan parit beton yang lalu. Ukuran tingginya hampir ada yang mencapai sekitar 10 cm. Takutnya ada pengguna jalan atau anak-anak warga sekitar saat bermain, kakinya tersangkut material besi sisa proyek tersebut, inilah yang dikhawatirkan bisa jadi penyebab terjadinya kecelakaan,” ujarnya.

“Kalau begini kondisinya yang terkesan pengerjaannya asal-asalan, sama saja anggaran yang sudah di gelontorkan oleh pemerintah menjadi mubazir,”jelasnya, Jumat, (6/10).

Seharusnya untuk memperlancar saluran air pembuangan, dan untuk mencegah timbulnya penyakit, serta menghindari terjadinya kecelakaan, Arif pun berharap agar pemerintah daerah melalui dinas terkait agar segera menyelesaikan persoalan tersebut,”pungkasnya. (Suwito Marzuki Tanjung)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional