Smart News Tapanuli

HALAMAN FACEBOOK

Tarik turis asing ke Danau Toba, Menko Luhut tambah 2 kapal pesiar

Tarik turis asing ke Danau Toba, Menko Luhut tambah 2 kapal pesiar
Illustrasi OZ/Int

SUMUT – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan akan memanfaatkan pagelaran besar IMF-World Bank Annual Meeting 2018 di Bali untuk menarik wisatawan mancanegara mengunjungi Danau Toba, Sumatera Utara.

Dua kapal pesiar bakal disiapkan dan fasilitasnya agar bisa menampung kapal pesiar dari Bali yang membawa wisatawan mancanegara maupun delegasi IMF-World Bank Annual Meeting 2018.

“Kita akan tambah 2 kapal pesiar dalam rangka Annual Meeting IMF-WB 2018. Saat ini sudah mulai dikerjakan galangan kapalnya di Balige. Jadi kita berharap itu semua bisa selesai tahun depan,” kata Luhut dilansir OkeZone, Sabtu (7/10/2017).

Terkait hal itu, Luhut pun meminta semua yang terkait mempercepat implementasi proyek Badan Otorita Danau Toba di kawasan Sibisa, Toba Samosir untuk kepentingan Danau Toba, menjadi salah satu tujuan wisata utama Indonesia.

“Pemerintah berharap dalam tahun ini juga atau 2017, masalah penggunaan lahan 605 hektar yang akan dikelola Badan Otorita Danau Toba dapat segera dituntaskan,” ujarnya.

Hal itu dijelaskan Luhut dalam Rapat Koordinasi Dewan Pengarah Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BPODT) dengan agenda pembahasan perkembangan pengelolaan Kawasan Strategi Nasional (KSN) Danau Toba di kantor Badan Otorita Danau Toba.

Percepatan penyelesaian penggunaan lahan 605 hektar itu, khususnya dalam proses analisa dampak lingkungan atau Amdal, mengingat sudah ada lima investor dari Singapura, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang dan Korea yang bersedia membangun hotel, convention centre dan golf di kawasan itu.

Luhut menerangkan, dari 605 hektare itu yang akan digunakan hanya sekitar 50 % dan sisanya sebagai hutan.
Adapun untuk lahan kebun bunga sesuai rencana, kata dia, hingga saat ini masih dalam proses dan ditargetkan awal tahun 2018 juga harus sudah selesai.

“Lokasi kebun bunga direncanakan tidak jauh dari bandara,” katanya.

Menko Luhut juga membahas mengenai penataan keramba di Danau Toba yang akan dilaksanakan secara obyektif. Untuk itu, kebijakan pemerintah akan dirancang berdasarkan studi dari World Bank mengenai kapasitas Danau Toba dalam menampung keramba.

“Itu kita masih tunggu studi dari World Bank. Jadi kalau studi itu sudah selesai, kita mau lihat berapa banyak keramba boleh hidup di sana, sesuai daya tampung Danau Toba, di mana saja itu dibangun. Nanti kita tuangkan dalam perda,” jelasnya.

Menko Luhut memaparkan pentingnya penataan keramba adalah untuk menghindari pencemaran air, demi menjamin kesehatan masyarakat. “Kalau tidak kita tuntasin itu, itu menyangkut lingkungan, menyangkut anak cucu kita. Kalau ikan (yang ditangkap dari Danau Toba) itu tidak sehat, (kemudian) di makan (manusia), itu juga bisa menimbulkan masalah (kesehatan),” pungkasnya. (Int/OZ/Ren)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional