Jembatan rambing Sibuluan ditelantarkan pemborongnya

  • Whatsapp
Foto kondisi jembatan rambing penghubung di Kelurahan Sibuluan Nauli dan Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kabupaten Tapanuli Tengah. Foto: Ribu Simatupang.

TAPANULI TENGAH – Perbaikan jembatan gantung atau rambing di Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan dan Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, ditinggalkan oleh pemborongnya sekitar dua minggu lalu tanpa alasan yang jelas.

Akibatnya, para pengendara sepedamotor dan pejalan kaki yang melintasi rambing itu merasa was-was, karena perbaikannya belum rampung.

Bacaan Lainnya

“Pemborongnya sudah tidak mengerjakan rambing tersebut sekitar dua minggu yang lalu tanpa alasan yang jelas,” kata Ribu Simatupang warga sekitar kepada SNT, Minggu malam (8/10) di Sibolga.

Menurut Ribu perbaikan jembatan itu sudah mencapai 60 persen. Namun setelah itu perbaikan tidak ada lagi.

“Sudah 60 persen perbaikannya kita lihat, namun kenapa tidak dilanjutkan perbaikannya hingga rampung,” tanya Ribu.

Ironisnya, kata Ribu, bahwa jembatan rambing yang sudah selesai diperbaiki mencapai 60 persen itu ditemukan mur/baut pengunci lantai sudah longgar kembali karena dari awal pemasangannya tidak sempurna.

“Lucu kan, masa baru diperbaiki, dan bahkan belum rampung perbaikannya tetapi sudah kita ragukan kualitansya,” tambah Ribu.

Untuk itu, lanjut Ribu, instansi terkait agar segera melanjutkan perbaikan rambing tersebut sebelum memakan korban jiwa.

“Kita berharap agar instansi terkait segera meninjau lokasi dan melanjutkan perbaikan jembatan itu. Jangan nanti, ada korban jiwa, siapa yang bertanggungajwab,” tanya Ribu lagi.

Masih kata Ribu, bahwa dirinya mendukung penuh pembangunan di Kabupaten Tapanuli Tengah, apalagi saat ini dipimpin oleh Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.

“Tetapi nampaknya pihak yang melakukan perbaikan jembatan itu tidak serius untuk mendukung program Bupati Tapteng. Seharusnya para rekanan mendukung program bupati agar menuju masyarakat tapteng yang sejahtera. Ini sepertinya mereka menganggap remeh program bupati tersebut,” pungkasnya. (Ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *