Smart News Tapanuli

HALAMAN FACEBOOK

Cafe 27 dan 28 digrebek di Manduamas, 11 Pekerja Seks Komersil diamankan

Cafe 27 dan 28 digrebek di Manduamas, 11 Pekerja Seks Komersil diamankan
Kasat Pol PP Tapteng bersama sejumlah PSK dikantornya memberikan pengarahan.

TAPTENG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tapanuli Tengah menggrebek sejumlah cafe di dua tempat di Kecamatan Manduamas, Rabu malam, (11/10/2017). Hasilnya, 11 Pekerja Seks Komersil (PSK) di amankan dari cafe 27 dan 28.

Kepala Satuan Pol PP Tapteng Hikmal Batubara menjelaskan, sebelum penggrebekan, sejumlah anggotanya terlebih dahulu mengintai cafe yang menjadi target mereka. Setelah sejumlah cafe itu terbukti menjajakan PSK, maka ia langsung mengerahkan anggotanya untuk melakukan penggrebekan.

Tapi sebelum bergerak lanjut Hikmal, seluruh telepon seluler milik anggotanya itu dikumpulkan, agar penggrebekan tidak bocor.

“Sebelum penggrebekan, seluruh anggota kita yang ikut dalam razia harus bersih dari yang namanya Handphone (HP), tujuannya supaya razia tidak sampai bocor ke pemilik cafe yang menjadi target razia,”kata Hikmal Batubara,”Kamis, (12/10/2017) di Pandan.

Menurutnya, dari 11 PSK yang diamankan, tiga diantaranya warga Tapteng, dan yang lainnya berasal dari luar daerah. Selanjutnya ke-11 PSK itu di angkut ke Kantor Satpol PP Tapteng.

“Tepat pada Pukul 00.00 WIB semua PSK kita giring ke Kantor Satuan  Polisi Pamong Praja untuk dilakukan pembinaan,’ujar nya.

Petugas Satpol PP Tapteng dihadang pemilik Cafe

Hikmal Batubara menjelaskan, setelah ke -11 PSK yang diamankan dan hendak diangkut ke Pandan, ada warga melakukan penghadangan terhadap mereka.

“Seteleh penangkapan tadi malam, semua PSK sudah masuk ke mobil dan siap untuk berangkat, ada warga atau pemilik café menghadang kami, dan menabrakkan sepeda motornya dari belakang, makanya peot besi untuk injakan itu, dan sempat juga dilemparkan linggis ke mobil satpol pp, karena kondisi malam takut terjadi apa-apa, kami tancap aja,” jelas Hikmal.

“Karena kalau tidak dilakukan penertiban terus menerus, penyakit masyarakat ini pasti muncul kembali, kita juga mengikuti Program Bupati kita Bakhtiar Ahmad Sibarani, untuk pemberantasan penyakit masyarakat ini, kalau tidak bisa dihabisi semua, kita coba dan berusaha agar mengurangi, pasti semua akan habis,”terangnya. (Firmansyah/ren)

1 Komentar

  1. paruntungan naingggolan Senin, 16 Oktober 2017

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional