Smart News Tapanuli

HALAMAN FACEBOOK

Dinkes Padangsidimpuan dituding tidak profesional salurkan obat-obatan

  • Reporter:
  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 17:24
  • 46 Kali Dibaca
Dinkes Padangsidimpuan dituding tidak profesional salurkan obat-obatan
LSM-BARRET saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Padangsidimpuan, Rabu, (11/10).

PADANGSIDIMPUAN – Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Rakyat Reformis Tapanuli Bagian Selatan (LSM BARRET Tabagsel) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota dan Gedung DPRD Kota Padangsidimpuan, Rabu, (11/10).

Marhan Alisyah Rambe koordinator aksi dalam orasinya menyampaikan bahwa Pemerintahan Kota Padangsidimpuan yang memiliki Visi dan Misi Sehat, Maju dan Sejahtera, harus pro aktif memberikan pelayanan prima bagi masyarakat khususnya yang berkaitan dengan kesehatan.

“Kesehatan itu artinya harus sehat juga dalam pelayanan dan sehat manajemen aparatur pemerintahannya. Namun, nyatanya SKPD di lingkungan Pemko Padangsidimpuan belum sepenuh hati melaksanakan cita-cita pembangunan kota ini, seperti halnya Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan,”ujar Marhan.

Dalam orasinya, Marhan juga menuding bahwa Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Instansinya, di duga lalai, dan tidak profesional dalam menyalurkan obat-obatan yang di butuhkan masyarakat.

“Obat-obatan yang di maksud adalah vitamin A.100000 SI, Vitamin A 200000 SI dan Hemaford”ungkapnya.

Dia menambahkan, bahwa dari hasil temuan BPK-RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara No.47.B/LHP/XVIII.MDN/05/2017 tertanggal 18 Mei 2017 melalui perhitungan fisik, Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan di duga tidak melaporkan sisa jumlah obat yang di salurkan kepada masyarakat, atau kata lain obat-obatan tersebut tidak di ketahui keberadaanya.

Tidak itu saja kata Marhan, bahwa pada Rencana Kerja dan Anggaran(RKA)Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan T.A 2015 di duga di temukan kejanggalan.

“Pada Pengadaan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) sebanyak 3 unit masing-masing seharga Rp.293.000.000, sehingga jumlah anggaran yang di keluarkan sejumlah Rp.879.000.000. Dari hasil penelusuran di lapangan terkesan di paksakan dan tidak berfungsi dengan baik sampai sekarang,”terangnya.

Berikut pernyataan LSM -BARRET dalam pernyataan sikap dalam aksi unjuk rasa tersebut:

1.Meminta Bapak Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan agar bertanggung jawab terhadap setiap ibu hamil dan anak balita di Kota Padangsidimpuan yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan berupa obat Hemaford dan Vitamin A.

2.Meminta Bapak Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan agar professional dalam melakukan pengawasan di instansinya.

3.Meminta Bapak Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan agar bertanggung jawab terhadap pengadaan Instalansi Pengelah Air Limbah(IPAL)yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

4.Meminta Bapak Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan agar meminta maaf kepada warga Kota Padangsidimpuan dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Dalam aksi tersebut tidak satu pun pihak dari Kantor Walikota Padangsidimpuan maupun, DPRD Kota Padangsidimpuan yang menyahuti aspirasi LSM-BARRET. Hingga akhirnya pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib. (Halid Siregar/Ucok Siregar/ren)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional