Smart News Tapanuli

HALAMAN FACEBOOK

Korban pembunuhan keji di Danau Pandan Tapteng dikebumikan setelah diotopsi

Korban pembunuhan keji di Danau Pandan Tapteng dikebumikan setelah diotopsi
Prosesi pengebumian jasad korban Safrida Batee di Desa Danau Pandan, Kecamatan Pinangsori, Tapteng, Sumut, Kamis, (12/10).

TAPTENG – Jasad Safrida Batee (22) akhirnya dikebumikan kembali setelah sebelumnya dilakukan penggalian jasadnya dari liang kubur atas kasus pembunuhan keji yang dilakukan ayah kandungnya sendiri baru-baru ini di Dusun Aek Lobu, Desa Danau Pandan, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Jasad Safrida sebelum di kebumikan terlebih dahulu dilakukan otopsi oleh tim Forensik dari Polda Sumut bersama Polres Tapteng, Kamis, (12/10). Pengebumian jasad korban dilakukan dengan ibadah singkat secara gerejawi yang dimpin langsung oleh Katelis dari Paroki Pinangsori, dan berkesan penuh sedih dan haru.

“Kita berharap agar kejadian ini jangan terulang lagi, dan diharapkan semua warga bisa saling menjaga dan menahan diri sehingga hal-hal seperti kejadian ini tidak terulang lagi di Desa ini,”kata Maroli Laia dari Paroki Pinangsori usai pengebumian jasad korban, Kamis, (12/10).

Terkait proses hukum terhadap pelaku, Kepala Desa Danau Pandan B.Zeliwu mengatakan sepenuhnya menyerahkan kepada penegak hukum. Namun, ia berharap kejadian yang sama agar tidak terulang lagi.

”Biarlah sepenuhnya proses hukum terhadap pelaku ditangani pihak kepolisian. Kita hanya berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi, apalagi peristiwa pembunuhan itu terhadap keluarga sendiri akibat masalah spele,”pinta Kades.

Sebelumnya diberitakan, kasus pembunuhan terhadap Safrida Batee (22)terjadi pada tanggal 17April 2017 lalu yang dilakukan oleh ayah kandungnya Antonius Batee.

Kasus ini terungkap saat kakek Yafeti Batee (74) curiga, karena jarang melihat keberadaan korban. Kecurigaannya itu lantas ditanya sang kakek kepada pelaku di tempat tinggal mereka di puncak gunung Aek Lobu, Desa Danau Pandan.

Namun pelaku tidak memberikan jawaban yang diharapkan sang kakek dari pelaku. Selanjutnya Yafeti Batee menyuruh cucunya pulang dari Nias, Rinta Batee (14), dan kemudian Rinta memberikan informasi bahwa korban, telah di bunuh oleh pelaku Antonius Batee yang merupakan ayah kandung korban.

Pantaun dilokasi pengebumian korban di hadiri oleh pihak keluarga korban serta puluhan warga Desa Danau Pandan, dan pemuka agama dari Paroki Gereja Khatolik Pinangsori.

Penguburan jasad Safrida Batee di lakukan di lokasi yang sama, dimana almarhum di kuburkanoleh pelaku, berjarak lebih kurang 50 meter dari kediaman mereka. (Job Purba/ren)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional