oleh

Kisruh Galian C Hutabuntul Pinangsori, warga takut intimidasi

PINANGSORI – Hasil amatan awak media di lapangan terkait unggahan salah seorang Netizen David Sitompul yang menyatakan, dampak Galian C di Sungai Hutabuntul Pinangsori, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah sudah sangat membahayakan warga sekitar.

Seperti halnya yang diucapkan David Sitompul warga yang menyoroti terkait keberadaan galian C tersebut menyatakan luasan galian C yang saat ini berlangsung sudah mencapai lebih kurang 3 hektar. David mengaku mendapat intimidasi terkait sorotannya terkait galian C itu.

“Ada pengancaman mereka buat pada saya karena saya tidak mau menjual lahan pada pihak perusahaan. Lahan saya yang persis di pinggir sungai ini sudah sangat rusak akibat terjangan air dari Lubuk Nabolon. Karena jarak galian C ini terhadap lahan saya cuma batas sungai. Dan posisi mereka saat ini persih menggali di sungai tersebut,” ujar David Sitompul saat mendampingi awak media ke lokasi, Sabtu (14 /10/2017).

Hal senada diungkapkan J Pasaribu tokoh masyarakat setempat. Dia menyatakan bahwa mereka sempat protes pada pihak CV Roganda, perusahaan yang mengelola Galian C yang ada saat ini, dan sempat adu mulut dengan petugas dari perusahaan itu.

“Kami sudah ke sana, dan mempertanyakan perihal perjanjian tertulis antara warga dengan pihak perusahaan. Di perjanjian tersebut jelas dinuat bahwa pihak CV Roganda bersedia membuatkan tanggul pembatas banjir guna mengantisipasi dampak lingkungan. Namun sampai hari ini, tanggul yang dijanjikan selebar 2 meter tidak kunjung dibuat. Dan batu-batu gajah yang seyogianya dijadikan pembatas tidak ada,” ungkapnya pada media.

Warga Hutabuntul ini mengharapkan penangangan serius dari pihak terkait, terutama Dinas Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Perijinan agar dilakukan upaya demi menjaga keamanan lingkungan sekitar. Warga pun mengaku akan berjuang untuk menghentikan aktivitas Galian C tersebut.

“Kami akan berjuang terus untuk menghentikan aktivitas Galian C ini. Apabila mereka tak mau menghentikan kegitannya, maka kami bersama puluhan warga akan melakukan tindakan,” kata David Sitompul.

Pantauan di lokasi, ada sekitar 30 rumah warga persis di pinggiran sungai yang didiami sekitar 35 kepala keluarga, aktifitas galian c itu dianggap berdampak menimbulkan banjir setiap harinya apabila hujan deras turun.

Warga yang berpenghuni di kawasan itu didominasi etnis Nias, dan tidak bisa berbuat banyak karena warga merasa ketakutan diintimidasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, apabila mereka ikut-ikutan melakukan protes.

“Sebenarnya pak, kami yang paling merasa khawatir di sini, karena rumah dan tempat tinggal kami persis di pinggiran sungai ini. Tapi bagaimanalah, kami hanya pendatang di sini, dan jumlah kami pun sedikit. Kami hanya berharap pihak-pihak yang bersangkutan bisa mengatasi masalah ini, jangan sampai ada nanti korban barulah direspon,” ucap GHwarga setempat.

Amatan SNT di lokasi, telah ada galian seluas lebih kurang 3 hektar yang digali oleh dua alat berat di lokasi.

Tampak kedatangan awak media di lokasi kurang diterima oleh beberapa oknum yang mengaku suruhan perusahaan. Karena merasa diperhatikan, beberapa orang berbadan tegap turun ke lokasi ketika dilaporkan oleh para pekerja yang sedang menggali menggunakan alat excavator.

Sebuah dump truck juga terpantau sedang bermutan material galian, dan hendak mengangkut muatannya ke CV Roganda yang berlokasi persis di pinggir Sungai Pinangsori. (Job Purba/ren)

Loading...

Komentar