LSM KPK soroti kualitas rigid beton Sibolga

  • Whatsapp
Foto kualitas rigid beton Sibolga

SIBOLGA – Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Pemburu Korupsi (KPK) menyoroti kondisi bangunan fisik jalan rigid beton di Kota Sibolga Tahun Anggaran (TA) 2016 lalu, yang berbiaya senilai puluhan miliar rupiah. Dimana hasilnya rentan rusak.

Hal itu diungkapkan Anggota DPD LSM KPK Sumatera Utara, Saripul Sitompul kepada SNT. Dia mengatakan rigid beton di Kota Sibolga TA 2016 lalu belum lagi berumur satu tahun, tapi kondisi fisik jalan rigid beton itu telah banyak ditemukan kerusakan. Seperti, beton yang mengalami perubahan bentuk akibat semen di permukaannya sudah mengelupas sehingga tampak menimbulkan biji-biji batu kecil.

“Bahkan, material batu pecah berukuran kecil yang dijadikan bahan campuran untuk pembuatan beton, tampak mulai ada yang terlepas dari ikatan betonnya, sehingga rigid beton tersebut berpotensi berlubang,” kata Saripul, kemarin.

Selain kondisi jalan tampak kasar dan tidak rata saat dilalui kendaraan, terlihat masih ada ditemukan pekerjaan yang dibiarkan terbengkalai, seperti yang ada di perempatan Jalan Gambolo dan Suprapto. Akibatnya sebahagian warga pengguna kendaraan merasa kurang nyaman saat berkendaraan dan khawatirkan bisa jadi penyebab terjadinya kecelakaan berlalulintas.

“Apakah mungkin dalam membuat perencanaan bangunan jalan rigid beton tersebut, umur beton yang sudah direncanakan hanya dibandrol dapat bertahan kurang dari satu tahun, dan juga harus menyisahkan pekerjaan yang keberadaannya masih rusak,” kata Saripul.

Terkait hal tersebut di atas, dia pun menilai dalam pelaksanaan proyek pembangunan rigid beton di Kota Sibolga TA 2016 lalu, diduga menyalahi spesifikasi teknik, dan bahkan pengerjaannya pun asal jadi, sehingga berpotensi merugikan negara.

Dia berharap, kepada penyedia jasa dan juga pengguna jasa agar nantinya, hasil dari pekerjaan proyek rigid beton di TA 2017 ini, yang pekerjaannya sedang berlangsung, hendaknya  dapat menghasilkan jalan beton berkualitas baik. Kekuatan dan ketahanannya diharapkan bisa dapat bertahan lama. (Suwito Marzuki Tanjung/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *