Luhut Panjaitan ingatkan Anis Baswedan soal kalimat pribumi dan non pribumi

  • Whatsapp
Anis dan Sandi. Foto: DOK OZ/int.

JAKARTA – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait pernyataannya pada pidato pertamanya setelah dilantik kemarin yang menyinggung soal pribumi menjadi tuan di negeri sendiri. Pernyataan itu menuai pro kontra. Padahal, penggunaan kata pribumi sudah dihentikan seiring keluarnya Instruksi Presiden Nomor 26 tahun 1998 yang ditandatangani oleh Presiden BJ Habibie.

Luhut mengingatkan Anies dan Sandi agar menjadi pemimpin untuk semua warga Jakarta.

Bacaan Lainnya

“Jadi jangan ada pribumi, non pribumi di sini. Jadi harus menjadi gubernur semua pihak, semua golongan, semua suku, semua agama,” tegas Luhut kepada wartawan, Selasa (17/10/2017).

Luhut juga mengingatkan Anies, harus bisa mengayomi semua warga Jakarta.

“Dia bukan gubernur kelompok 1, kelompok 2. Dia gubernur semua. Karena yang milih Pak Anies juga kan macam-macam,” jelasnya.

Foto Luhut Panjaitan. DOK/int/OZ.

Ke depan harap Luhut, agar Anies bisa bekerja dengan baik demi kemajuan ibukota.

“Selamat bekerja, mudah-mudahan Pak Anies bisa jadi gubernur yang baik dengan Pak Sandi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pidato politik pertamanya setelah resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Salah satu topik dalam pidato yang dibahas Anies adalah membebaskan diri dari kolonialisme.

Di hadapan ribuan warga Jakarta yang hadir di Balai Kota, Anies menyebut penindasan di Jakarta cukup nyata dengan adanya kolonialisme. Dia juga sempat menyinggung perihal pribumi dalam pidatonya.

“Di Jakarta, kolonialisme itu di depan mata, dirasakan sehari-hari. Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan, kini saatnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Anies, Senin (16/10/2017). (Mc/int/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *