Ekonomi pedagang di Sarulla merosot, ini yang dilakukan Samuel jika menang di Pilkada Taput

  • Whatsapp
Samuel Basar P Hutauruk Bakal Calon Bupati Tapanuli Utara menyalami pedagang di Pasar Sarulla. Foto: Ist.

SARULLA – Para pedagang di Pasar Sarulla, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengalami keterpurukan ekonomi selama 3 tahun terakhir. Padahal, Kecamatan Sarulla diketahui sebagai kawasan industri.

Hal itu terungkap ketika bakal calon Bupati Tapanuli Utara Samuel Basar P Hutauruk blusukan ke Pasar Sarulla, Selasa (17/10/2017).

Bacaan Lainnya

Boru Sitompul, salah seorang pedagang di hadapan Samuel mengatakan, penyebab terpuruknya perekonomian warga akibat merosotnya harga getah karet sebagai komoditi utama di Sarulla.

“Kalau harga karet turun, dampaknya cukup dirasakan pedagang di Pasar Sarulla, karena pertanian merupakan pencarian pokok warga di daerah ini. Jika harga karet itu tinggi, maka kami juga para pedagang mendapatkan hasilnya, dan pembeli pun ramai,” ujar Boru Sitompul.

Kemudian, kata Boru Sitompul, besarnya biaya kehidupan sehari-hari mereka sangat tidak memadai dengan penjualan karet yang mereka lakukan. Sebab, harga karet saat ini berkisar Rp5.000/kg, bahkan bisa hanya Rp4.000.

“Sangat jelas tidak mencukupilah untuk kebutuhan sehari-hari kami. Makanya banyak masyarakat yang daya belinya menurun. Efeknya bagi kami pedagang jelas sangat terasa,” ucapnya.

Mendengar keluhan pedagang tersebut, Samuel pun memastikan dirinya untuk lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat, khususnya terhadap para pedagang. Akan tetapi, jika pertanian menjadi akar permasalahan yang memicu minimnya transaksi jual beli di Pasar Sarulla, maka dia harus intens dalam mengurus pertanian.

“Seperti historinya, Taput merupakan daerah pertanian. Dan, apabila pertanian tidak diperhatikan secara intens, maka hasilnya seperti ini. Kehidupan pasar pun menjadi imbas dari anjloknya ekonomi para petani,” kata Samuel.

Samuel mengatakan, pembangunan Pasar Sarulla juga akan diperhatikan. Penataan pasar yang lebih manusiawi juga bisa dilakukan.

“Kita lihat semrawutnya pasar ini. Nanti, akan kita lakukan penataan yang menurut saya lebih manusiawi. Dimana lapak pedagang akan kita tata lebih baik agar pembeli tidak malas datang, dan hasil penataan tersebut akan berpengaruh kepada pendapatan para pedagang itu sendiri,” tegasnya. (Ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *