Warga korban tanah longsor ini setahun belum dapat bantuan

  • Whatsapp
Haugosoohki Giawa (kiri).

TAPANULI TENGAH – Haugosoohki Giawa (40), warga Dusun 3 Desa Sialogo, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang merupakan korban tanah longsor yang meluluhlantakkan rumah dan ternaknya, sangat mengharapkan bantuan. Hingga saat ini, bantuan yang dijanjikan pihak pemerintah kecamatan dengan pengusulan proposal ke Dinas Sosial Tapanuli Tengah sampai saat ini belum terealisasi.

Padahal di kampung tempat dia tinggal ada warga yang sudah mendapat  bantuan pembuatan rumah baru dari program pemerintah.

“Saya sampai saat ini masih menumpang di rumah famili, padahal ada warga di sana dapat bantuan. Karena dia anggota kepala desa kami, maka dia dapat rumah bantuan itu padahal dia sudah memiliki tempat tinggal,” ungkapnya pada awak SNT, kemarin.

Dia juga bercerita kalau oknum kepala desa setempat pilih kasih dalam pendataan warga yang dapat bantuan pembangunan rumah baru tersebut.

“Kepala desa kami pilih-pilih orang untuk mendapat bantuan itu. Padahal kita yang jelas kena musibah longsor dan masih menumpang-numpang tinggal, tidak didata,” tambahnya.

Sementara itu, Tumosi Gulo (38) salah satu kerabat Haugosoohki juga mengatakan kalau mereka telah mendatangi kantor camat setempat guna menanyakan perihal proposal bantuan yang diajukan mereka ke dinas sosial kabupaten. Namun sayang belum berhasil bertemu dengan camatnya.

“Kami telah mendatangi kantor camat guna menjumpai Pak Camat Sudeli Hulu, tapi bapak itu katanya lagi keluar. Padahal kami turun dari gunung 12 km berjalan ke kantor camat itu, tapi tak ada jawaban,” ujar Gulo.

Dia juga menyesalkan adanya keberpihakan camat kepada orang-orang tertentu. Buktinya, pada musibah di Gunung Payung Kelurahan Lumut beberapa waktu lalu, Kecamatan Lumut kemarin, camat dan jajarannya langsung turun ke lokasi, padahal korbannya cuma dinding rumah dan dapur rumah yang terkena longsor.

Sementara itu, masih Gulo, Haugosoohki Giawa adalah korban longsor yang sudah 1 tahun menderita tidak memiliki tempat tinggal.

“Ditinjau pun tidak. Camat ini pun tak adil. Kejadian longsor yang di Gunung Payung kan cuma dapur dari rumah mewah itu yang kena, sudah langsung turun lapangan camat dan lurahnya. Sementara yang hilang semua harta serta rumah, sampai hari ini ditinjau pun tidak,” ucap mereka.

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah bisa mendengar keluhan mereka, dan bantuan bisa segera diwujudkan.

“Mungkin dalam waktu dekat ini kita akan ke kantor dinas sosial menanyakan nasib kami. Kalau memang tak ada lagi respon mungkin kita ke Bupati Pak Bakhtiar Sibarani mengadukan nasib kami ini,” tambahnya.

Foto saat camat dan lurah mendampingi pihak PT AR Martabe menyerahkan bantuan kepada korban longsor.

Sekedar informasi, di akun Facebook Camat Lumut Sudeli Hulu memampangkan korban yanah longsor di Simarlelan mendapat bantuan dari perusahaan tambang emas PT AR Martabe Batangtoru yang penyerahannya lansung didampingi oleh camat dan lurah. (Job Purba)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *