Ayah anak berkebutuhan khusus pertanyakan pembagian KIP di SLB

  • Whatsapp
B Siahaan diatas betornya.

PADANGSIDIMPUAN – B Siahaan, warga Gang Belimbing, Kelurahan Bonandolok, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara memiliki anak berkebutuhan khusus.

Akibat himpitan ekonomi dan tingginya kebutuhan biaya untuk anaknya membuat dia sempat menanyakan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang disalurkan di Sekolah Luar Biasa (SLB) anaknya itu.

“Saya sudah menanyakan kepada salah seorang guru berapa banyak KIP yang dibagi. Namun jawaban dari guru mengatakan hanya 25 persen, sedangkan 75 persen lagi belum masuk. Saya sangat kecewa, harusnya penyaluran (KIP) itu lebih diutamakan untuk orang yang benar-benar membutuhkan,” paparnya kepada awak media, Kamis (19/10/2017).

Dia menyampaikan harapannya sebagai orangtua, agar mendapat perhatian dari pemerintah (Menteri Sosial dan Menteri Pendidikan RI). “Kalau bisa sekolah tersebut harus ditinjau,” ucapnya.

“Saya menginginkan agar anak saya tetap mengecap pendidikan, namun dilihat dari pekerjaan saya sehari-hari yang hanyalah tukang becak (betor), untuk mendapatkan uang Rp40 ribu saja payah,” pungkasnya. (Ucok Siregar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *