Elpiji 3 kg di Tapanuli Utara capai Rp26 ribu

  • Whatsapp
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tapanuli Utara SEY Pasaribu didampingi Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Fajar Gultom dan tim saat menyambangi salah satu pengecer gas elpiji 3 kg di Pasar Tarutung.

TARUTUNG – Pendistribusian yang amburadul mengakibatkan tingginya harga eceren gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Persagangan dan Perindustrian daerah itu, SEY Pasaribu.

“Sistem pendistribusiannya amburadul. Itu merupakan kesimpulan dari hasil penelusuran kita di lapangan,” tegas SEY Pasaribu di sela sidak di Pasar Tarutung dan beberapa kios pengecer, Rabu (18/10/2017).

Dalam sidak bersama Kepala Bagian Perekonomian Sekdakab Fajar Gultom itu, SEY mengaku terkejut dengan tingginya harga gas bersubsidi itu.

“Harga mencapai Rp26.000 di eceran atau pasar,” aku SEY.

Ditegaskan, untuk memperbaiki amburadulnya pendistribusian, semua agen penyalur, pemilik pangkalan, serta seluruh pengecer akan dipertemukan dalam waktu dekat, agar harga elpiji yang beragam hingga melampui harga eceran tertinggi senilai Rp18 ribu untuk Kecamatan Tarutung, Sipoholon, dan Siatasbarita, bisa kembali normal.

Menurut SEY Pasaribu, penelusuran yang dilakukan ke sejumlah pengecer, pangkalan, hingga agen penyalur Koperasi Samudra Indah, merupakan langkah cepat pemerintah daerah dalam menyikapi banyaknya aduan masyarakat terkait tingginya harga.

“Setiap hari dalam seminggu terakhir, kita menerima aduan masyarakat yang menyebutkan harga gas elpiji mencapai Rp26 ribu per tabung. Makanya segera disikapi,” imbuh Fajar.

Hasil penelusuran pihaknya, sejumlah pengecer mengaku terpaksa menjual gas elpiji 3 kg senilai Rp24 ribu hingga Rp26 ribu disebabkan oleh harga beli atas setiap tabung gas tersebut sudah dibandrol Rp23 ribu hingga Rp25 ribu per tabung.

“Bila saja per tabungnya hanya seharga Rp20 ribu, seperti dulu. Tentunya, kita hanya akan menjual seharga Rp21 ribu atau Rp22 ribu. Namun, sampai sama kita saja sudah demikian harganya. Sehingga, mau tidak mau harganya menjadi naik lagi,” ungkap salah seorang pengecer di kawasan Pasar Tarutung.

Senada diungkapkan pengecer gas elpiji lainnya di sekitar Pasar Tarutung. Kata mereka, fluktuatifnya harga gas elpiji 3 kg memang disebabkan oleh harga beli.

“Bila harga per tabungnya saja sudah Rp25 ribu. Maka, mau tak mau kita harus menjualnya seharga Rp26 ribu untuk menutupi biaya pembelian,” terang mereka.

Menyikapi kenyataan tersebut, SEY Pasaribu bersama Fajar Gultom bergerak menuju salah agen penyalur Koperasi Samudra Indah di Kompleks SPBU BP Silalahi, Jalan DI Panjaitan Tarutung. Poltak Silalahi, pengusaha Koperasi Samudra Indah menerangkan, bahwa tanggungjawab agen penyalur hanya sampai pada pangkalan saja. Sehingga, persoalan yang terjadi harusnya menjadi tanggungjawab pangkalan. (TS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Semua jadi ibarat silat lidah. Biarpun harga tak terkendali belum tentu pula warga mudah mendapatkan elpiji 3 kg. Pengecer di desa sudah pasrah tak jual gas lagi kalau situasinya terus begini begono