Kejatisu tetapkan 16 tersangka proyek rigid beton di Kota Sibolga

  • Whatsapp
Penyidik Kejatisu yang melakukan pengecekan kwalitas rigit beton tahun anggaran 2015 di Kota Sibolga, beberapa waktu lalu. Foto: DOK SNT.

SIBOLGA – Tim Jaksa penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menetapkan 16 tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan peningkatan jalan rigid beton di Dinas PU Sibolga Tahun Anggaran (TA) 2015 senilai Rp65 miliar lebih, setelah melakukan expose (gelar perkara) terhadap hasil penyidikan di hadapan unsur pimpinan dan para jaksa senior.

Dilansir di epaper.harian sib.co, Kamis, 19 Oktober 2017, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Sumanggar Siagian SH dan Kasi Penyidikan Aspidsus Kejatisu Iwan Ginting SH MH membenarkan adanya penetapan 16 tersangka sekaligus terkait kasus dugaan korupsi pelaksanaan pembangunan rigid beton di Dinas PU Sibolga.

Bacaan Lainnya

Perkembangan penanganan dugaan korupsi itu ditanyakan wartawan, karena sudah hampir 4 bulan proses hukumnya ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Sebagaimana diberitakan media awal bulan Juni 2017 lalu.

“Benar, proses hukum kasus ini sudah ditingkatkan ke penyidikan sejak beberapa bulan lalu. Penyidik melakukan penajaman dan pendalaman di penyelidikan untuk penetapan tersangka, termasuk soal dugaan kerugian negara dalam kasus itu,” katanya Rabu (18/10/2017).

Sementara, Kasi Penyidikan Aspidsus Kejatisu Iwan Ginting mengatakan, dugaan penyimpangan dalam kasus ini, selain karena pelaksanaannya tidak sesuai spesifikasi dalam kontrak pekerjaan pembangunan jalan tersebut, juga ada dugaan karena sebagian dari pekerjaan itu belum waktunya, atau belum seharusnya dibangun.

Dari hasil pemeriksaan penyidikan yang kemudian dilakukan ekspose, penyidik menyimpulkan sekitar 16 orang terlibat dan layak ditetapkan sebagai tersangka, yaitu 13 tersangka dari rekanan dan 3 orang dari unsur Pegawai Negeri Sipil Dinas PU Sibolga.

Sedangkan mengenai dugaan kerugian negara terkait penyimpangan pelaksanaan proyek rigid beton itu, penyidik menaksir sekitar Rp 10 miliar. “Namun, untuk resminya penyidik sedang berkoordinasi dengan BPK-RI untuk menghitungkan,” kata Iwan.

Ditanya mengenai identitas 13 tersangka tersebut, Kasi Penkum dan Kasidik Aspedsus Kejatisu belum bersedia menginformasikannya, dengan alasan untuk kelancaran proses dan strategi penyidikan. Namun diakui, ke-16 tersangka dalam waktu dekat akan dipanggil untuk diperiksa di Kejatisu.

“Kita sudah agendakan pemanggilan dalam waktu dekat ini,” kata Kasi Penkum Kejatisu. (int/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar

  1. Yg berani korupsi pancung aja karna kita bosan hanya mendengar korupsi dan korupsi. Masih banyak yg bisa jadi pemimpin pemimpin untuk kemajuan desa

  2. Kami masyarakat merindukan pemimpin yg komitmen dan jujur
    Yg bisa memajukan kesejahtraan masyarakatnya baik ekonomi mau pun pendidikan. Salam saya sucipto dari desa albion

  3. Pemimpin seperti itu yang belum kami miliki
    Kami yang bodoh ini belajar dari orang – orang yg tidak berakal seperti itu hingga kami tersadar hak hak kami sebenarnya. Jadilah pemimpin yg amanah yang nantinya akan mengharumkan kelaurga anda… Hidup yang hanya sementara dibuat untuk makan hak orang lain rasa terlalu singkat hidup ini. Buatlah dunia mengingat anda walau pun anda sudah tiada.