Tak ada ganti rugi, pembangunan bronjong UPT SDA Sibundong diprotes warga

  • Whatsapp
Pembangunan bronjong di Kecamatan Tukka, Tapteng, Sumut.

TAPANULI TENGAH – Pembangunan rehabilitasi perbaikan infrastruktur pengendalian banjir UPT SDA Sibundong Batangtoru yang dikerjakan PT Lampatar dengan nilai pagu Rp4,1 miliar di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, menuai masalah. Tanah warga yang terkena dampak pembangunan bronjong tidak mendapatkan ganti rugi. Lahan yang terkena dampak pembangunan bronjong sepanjang 550 meter itu dinyatakan tidak pernah dikoordinasikan dengan warga sekitar.

Sapria Sibuea (45), salah seorang warga yang terkena dampak pembangunan bronjong tidak terima dengan aksi sepihak yang dilakukan pihak rekanan. Sapria tidak terima tanahnya dikeruk pakai eskavator. Ia meminta pembangunan bronjong tidak diteruskan sampai ada kesepakatan dengan warga. Apalagi menurutnya, pembangunan terkesan asal jadi tanpa mengutamakan kualitas.

“Amburadul dan asal jadi. Kalau begini pasti juga longsor lagi. Manalagi tanah saya yang terkena dampak pembangunan tidak pernah mendapatkan ganti rugi,” ujarnya, Sabtu (21/10/2017).

Terpisah, Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara, Lamser Sihotang saat dikonfirmasi awak media membantah bahwa pembangunan bronjong di Kecamatan Tukka tersebut tidak mengutamakan kualitas. Ia menegaskan pemasangan bronjong telah sesuai dengan RAB.

Saat disingung jika pembangunan bronjong akan dilaporkan ke aparat penegak hukum, dengan pongahnya Lamser menantang pihak yang akan melaporkannya tersebut.

“Silahkan laporkan. Memangnya ada yang fiktif apa,” ucapnya, sembari bergegas menaiki sepeda motor miliknya, kemarin. (Job Purba/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *