Debit air Sungai Pinangsori turun drastis, petani karet mengeluh

  • Whatsapp
Photo karet

PINANGSORI – Petani karet di 2 kecamatan yakni Pinangsori dan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, khususnya yang berada di Desa Sialogo dan Desa Toga Basir, mengeluh akibat musim kemarau melanda daerah itu selama dua minggu terakhir. Kemarau mengakibatkan menyusutnya volume air sungai, sehingga menyulitkan petani mengangkut hasil bumi, seperti getah karet, karena mesti dengan menyeberangi sungai.

Kedalaman rata-rata air sungai Pinangsori biasanya 50 hingga 200 centimeter. Kini hanya sekira 20 sampai 100 centimeter.

Keluhan warga petani karet tersebut diketahui ketika sedang berlangsung transaksi jual beli getah karet, Sabtu (21/10/2017). Seperti diungkapkan Haedi Lase (47) warga Desa Sialogo. Dia menerangkan, kalau saat ini sangat sulit untuk membawa getah karet melalui sungai karena volume air mengalami penyusutan.

“Wah, kita sekarang setengah mati menarik getah karet ini dari sungai sana. Padahal, biasanya kita kalau dari sungai membawa getah karet ini hanya butuh waktu selama 8 jam sudah sampai di Pagar Batu ini, yaitu Lubuknabolon sana. Namun, sekarang akibat airnya mengecil karena kemarau, kita mesti menarik di atas permukaan bebatuan, sehingga butuh 2 hari baru tiba di Pinangsori ini, yaitu di Lubuk Nabolon sana,” kata Haedi Lase.

Sementara salah seorang kerabat Haedi yang juga petani karet juga membenarkan hal itu.

“Kita tau ini akibat alam lah, makanya sedikit jumlah getah di sini. Apabila air sungainya kecil, maka otomatis ukuran getah karetnya pun seharusnya diperkecil agar bisa dihanyutkan di sungai yang sekarang sudah setinggi lutut. Paling-paling antara 20 sampai 100 centimeterlah ketinggian Sungai Pinangsori itu, makanya sangat susah menarik¬†getah karetnya,” ujar Ama Sudi Harefa.

Sementara itu didapat informasi di lokasi penimbangan getah karet, saat ini harga jual belinya dari petani kepada agen berkisar Rp10.000/kg. (Job Purba/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *