Pas liputan jalan rusak di Togabasir Tapteng, komentar warga ini diluar dugaan…

  • Whatsapp
Kondisi jalan rusak parah menuju Desa Togabasir, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut.

TAPANULI TENGAH – Berbahaya dan miris, merupakan kata yang sering keluar dari mulut para pendatang yang melintas di jalan ini.

Sebut saja HM (52), salah seorang pengusaha kelapa sawit asal Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), geleng-geleng kepala melihat beberapa warga Desa Togabasir, Kecamatan Pinangsori yang bertaruh nyawa melintasi jalan menurun dan tikungan ini.

Dia salut tapi juga sangat prihatin dengan kondisi akses jalan yang kopak-kapik dan berbatu yang dilalui warga ini setiap harinya, ditambah lagi posisi jalan menurun dan tikungan hampir kemiringan 35 derajat.

“Salut dan juga prihatin dengan jalanan ini. Prihatin karena kerusakan jalan ini yang tinggal hanya bebatuan. Aspalnya kok sudah tidak kelihatan lagi. Tapi salut juga kepada warga di sini yang berani dengan kondisi jalan separah ini. Apalagi ini tikungan tajam dan juga menurun. Apakah gak pernah dilihat pejabat ini?,” ungkapnya dengan sedikit bernada kuat kepada Media, Sabtu (21/10/2017) di jalan penghubung Pinangbaru dan Desa Togabasir, Kecamatan Pinangsori.

Sejumlah warga yang lalu lalang melewati jalur ini sempat bertanya. Kenapa jalannya difoto-foto, atau diambil gambar.

“Untuk apa Lae, yang difoto, kita atau jalannya? Apa ada rencana mau dibetulkan lagi jalan kami ini?,” tanya salah satu warga pada awak media.

Amatan di lapangan, melihat kondisi jalan yang rusak parah ini, pihak pengusaha HM yang tadinya berniat mencari lahan di wilayah ini terpaksa menunda rencananya, mengingat kendaraannya tidak bakal mungkin bisa melintasi jalan tersebut.

“Maaflah katua, kita tidak jadi lah melihat lahannya. Dari awalnya saja jalanannya sudah begini, bagaimana dengan ke atas sana lagi. Saya rasa mobil kita tak sanggup naik, karena kondisi jalan ini. Jadi kita cari lokasi lain lagilah yang aksesnya mudah dijangkau kendaraan terlebih roda empat,” pungkasnya sedikit kecewa.

Terkait masalah akses menuju desa ini, Kepala Desa setempat ketika dijumpai di kediamannya mengatakan bahwa kondisi jalan tersebut memang benar adanya, malah di beberapa titik sekarang ini masih banyak yang lebih parah lagi.

Tak jarang para warga yang jadi korban. Meski tidak menimbulkan korban meninggal, tapi akibat kecelakaan pada jalan rusak tersebut sudah sering terjadi walau hanya luka ringan maupun kendaraannya ringsek atau rusak.

“Kalau itu memang benar, jalannya rusak dan parah. Saya perhatikan itu kebanyakan akibat tidak lancarnya saluran di pinggir jalan. Ada beberapa titik itu yang memang sangat parah, apalagi kalau musim hujan, otomatis air dari atas menjadi meluap ke jalanan dan membuat permukaan jalan jadi hancur. Itu akibat dari saluran parit di pinggir jalan tersebut yang saat ini sudah tertutup, karena kurang perawatan dan perhatian. Namun kita kan di Desa Togabasir, sedangkan titik yang rusak saat ini adalah wilayah Kelurahan Pinangbaru,” ungkap Maranuis Mendrofa, Kepala Desa Togabasir.

Dia juga berharap sama dengan para pengguna jalan serta warga Desa Togabasir agar akses tersebut bisa diperbaiki.

“Kita juga berharap dan meminta pada pemerintah daerah agar bisa jalan ini di perbaiki meskipun ini wilayah Pinangbaru. Namun, kita dari Desa Togabasir tidak bisa dipisahkan dengan Kelurahan Pinangbaru ini,” pungkasnya. (Job Purba/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *