Timbul Pasaribu: Dana desa harus menyentuh kebutuhan masyarakat

  • Whatsapp
Kajari Sibolga Timbul Pasaribu saat di mintai keterangan terkait kegiatan Penyuluhan hukum pada penggunaan Dana Desa.

TAPANULI TENGAH – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sibolga Timbul Pasaribu mengatakan, pelaksanaan dana desa harus tepat sasaran dan tepat guna, sehingga dapat menyentuh langsung dengan kebutuhan warga di desa. Jika pelaksanaan di desa tidak baik, maka bisa menjadi bumerang dan masalah bagi kepala desa dan pelaksananya.

“Pelaksanaan dana desa ini pada aturannya harus tepat sasaran dan tepat guna, dan harus sesuai dengan keinginan dan harapan warga desa lewat kesepakatan dan musyawarah bersama. Apabila dalam pengelolaan dana desa tersebut tidak sesuai, atau hanya kepentingan sepihak, maka dikatakan ini korupsi dan menyalahi aturan. Makanya setiap pengambilan keputusan atau perencanaan sesuatu yang mencakup dana desa, warga dari semua unsur harus dilibatkan,” kata Timbul Pasaribu usai mengikuti acara penyuluhan tentang pengelolaan dana desa di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, Senin (23/10/2017).

Dia juga mengharapkan, pengelolaan dana desa harus menghindari persoalan persoalan pribadi.

“Karena pelaksanaan pemilihan kepala desa ada pihak yang menang dan kalah. Jadi di sini kepala desa harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat yang tadinya menjadi lawan politiknya dalam pemilihan, diharapkan bisa bekerjasama dan saling mendukung program desa tersebut,” ujarnya.

Kajari Sibolga menjelaskan terkait hal yang digolongkan dalam pelanggaran hukum pada pengelolaan dana desa, apabila nantinya penyerapan untuk penyaluran dana desa yang diprioritaskan dengan pemberdayaan masyarakat dari anggaran dana desa 30 persen. Maka kepala desah harusbenar-benar melihat skala prioritas yang harus dikembangkan dari desa itu sendiri.

“Terkait penggunaan anggaran desa yang dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat dari dana desa ini, kita harapkan kepala desa beserta masyarakatnya mampu melihat dan memanfaatkan anggaran yang 30 persen dari keseluruhan dana yang akan dikucurkan ke desa tersebut, tepat dan bermanfaat dengan warga desa,” pungkasnya. (Job Purba/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *