Pencetak uang palsu ratusan juta diciduk polisi di Medan Barat

  • Whatsapp
Dua tersangka pencetak uang palsu saat diamankan di Mapolsek Hamparan Perak. (Kedua tersangka diapit petugas). Foto: Ist.

SUMUT – Polres Pelabuhan Belawan menangkap dua orang tersangka tindak pidana uang palsu di Gang Sosro No.11 Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (20/10/2017).

Kedua tersangka adalah Zerri Rizky Tanjung (48) warga Jalan Karya Gang Sosro No.11 Lingkungan 23, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, dan M Husni Lubis (43) warga Jalan Klambir V, Gang Pendidikan, Hamparan Perak.

Polisi menyita barang bukti berupa 56 lembar uang kertas palsu pecahan Rp100.000, 2 lembar uang kertas palsu pecahan Rp50.000, 1 unit printer merk Canon IP 2770, 1 unit laptop merk Acer, 1 bungkus kertas manila untuk alat uang palsu, 1 buah gunting, 1 buah karter, 3 buah jarum suntik komputer, 1 buah HP merk Samsung, uang asli 1 lembar pecahan Rp50.000, 1 buah modem, 1 buah kartu memori card.

Bararang bukti yang diamankan petugas. Foto: Ist.

Kronologis penangkapan kedua tersangka mengacu kepada LP/97/X/2017 tanggal 19 Oktober 2017 tentang tindak pidana pengedaran uang palsu atas nama tersangka M Husni Lubis dengan barang bukti 6 lembar uang kertas palsu pecahan Rp100.000.

Kemudian pada hari Jumat (20/10/2017), Kapolsek Hamparan Perak Kompol M Nasution bersama personilnya melakukan pengembangan terhadap tersangka Zerri Rizcy Tanjung yang berpura-pura untuk membeli uang palsu sebanyak Rp5.000.000 kepada tersangka Zerri.

“Setelah terjadi kesepakatan kemudian dilakukan undercover dan dilakukan penangkapan tersangka pada saat akan menyerahkan uang palsu sebanyak Rp5 Juta yang dihargai ditukar dengan uang asli sebanyak Rp1,5 juta itu,” kata Kapolsek, kemarin.

Barang bukti yang diamankan petugas dari tersangka. Foto: Ist.

Setelah diamankan dan diinterogasi, tersangka mengakui telah melakukan pencetakan uang palsu dengan menggunakan barang bukti yang berada di dalam rumah tersangka.

“Kemudian anggota Polsek Hamparan Perak mendatangi rumah tersangka, dan melakukan penggeledahan serta menyita barang bukti. Tersangka menerangkan telah satu tahun berprofesi memalsukan uang, dan hasil cetakan uang palsu sudah mencapai Rp200 juta,” tambahnya.

Di hadapan petugas, tersangka juga mengaku-ngaku purnawirawan TNI-AD berpangkat terakhir sebagai Lettu di Kesatuan terakhirnya di Kota Pematangsiantar, serta mengaku pensiunan TNI tahun 2014.

“Semua identitas yang disebutkan tersangka merupakan identitas palsu,” jelas Kapolsek.

Pelaku mencetak uang palsu dengan menggunakan printer, laptop dan kertas kado. “Uang palsu yang dicetak itu sudah diedarkan tersangka,” pungkasnya. (ril/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *