Biadab! Pria ini cabuli 6 bocah dari satu lingkungan di Tapsel. #Kategori Predator Sex?

  • Whatsapp
Tersangka diamankan petugas Kepolisian Polres Tapsel.

TAPANULI SELATAN – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut terus mengintensifkan penyidikan terhadap kasus dugaan pencabulan dengan tersangka Riki Krismanto (21) warga Lingkungan V, Desa Pargarutan Batu, Kecamatan Angkola Timur, Tapsel.

Rencananya, pihak kepolisian akan menggelar tes psikologi, memeriksa kejiwaan tersangka yang masuk dalam kategori “Predator Sex”, karena pelaku diduga mengidap penyakit Pedofilia.

Bacaan Lainnya

Kapolres Tapsel AKBP M Iqbal Harahap dalam press rilis yang digelar di Mapolres Tapsel, Selasa (24/10/2017) mengatakan saat ini polisi tengah melengkapi berkas pemeriksaan untuk menjerat tersangka pada Pasal 82 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Sistem Perlindungan Anak, ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

AKBP M Iqbal Harahap memaparkan masih mendalami kemungkinan adanya korban lain. Sebab modusnya memberikan iming-iming terhadap para korban.

“Karena itu, kami duga ada korban lain. Kalau sampai sekarang sudah ada 6 orang bocah perempuan yang dicabuli pelaku,” kata Iqbal.

 

Korban dan sejumlah keluarga berada di Mapolres Tapsel.

 

Dia menerangkan, berawal pada bulan September 2017 sekira pukul 17.00 WIB, dimana hari dan tanggal tidak ingat lagi, telah terjadi tindak pidana perbuatan cabul terhadap adik kandung pelapor AS. Setelah sebelumnya pelaku kedapatan melakukan perbuatan cabul terhadap anak Jumin (orangtua salah satu korban) yang terjadi di dalam rumah pelaku. Kemudian Jumin menjumpai terlapor dan menanyakan perbuatan yang telah dilakukannya.

Kapolres menjelaskan, terlapor mengakui telah melakukan perbuatan cabul terhadap 6 orang anak lainnya, termasuk AS, dengan cara memasukan alat kelamin pelaku kepada kemaluan korban.

“Karena keberatan atas perbuatan yang telah dilakukan terlapor. Kakak (HS/pelapor) korban langsung melaporkannya ke Mapolres Tapsel,” ujarnya.

Kapolres mengurai, jumlah bocah yang menjadi korban oleh pelaku yang telah resmi membuat laporan ke Polres Tapsel sesuai laporan polisi nomor : LP/353/ X/2017/Tapsel/Sumut, tanggal 21 Oktober 2017, yakni HS, AA (8) kelas II SD, AG (8 ) pelajar kelas II SD, AS (6 ), FI (9), kelas II SD, EA (8) pelajar kelas II SD, WI (17) pelajar kelas II SMK.  Semua korban merupakan warga Lingkungan V, Desa Pargaruta Batu, Kecamatan Angkola Timur, Tapsel.

“Kondisi para korban yang berusia dibawah umur tersebut masih normal. Mereka tinggal di satu lingkungan, sehingga masih tetap bermain seperti biasa. Kedelapan bocah itu pun belum terlihat trauma, setelah kasus pencabulan tersebut dilaporkan ke polisi,” imbuhnya.

Meski demikian, Kapolres mengajak warga lingkungan itu untuk membuat laporan bila masih ada korban pencabulan yang dilakukan pelaku terhadap anak-anak lainnya.

Kepada wartawan, AS minta penegak hukum agar tersangka Riki dihukum maksimal.

“Bila perlu karena perbuatannya dianggap dapat menciptakan generasi baru predator seksual. Saya setuju jika hukum kebiri dapat diterapkan terhadap kepada tersangka,” tuturnya. (Ucok Siregar/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *