Koin kuno Nidnei Emisi 1014 ditemukan di Tarutung

  • Whatsapp
Foto : Koin kuno Nidnei Indie emisi 1014, dan sejumlah uang kertas era 1930-an yang ditemukan Marnala Aritonang di Tarutung.

TAPANULI UTARA – Marnala Aritonang (40), warga Tarutung, Tapanuli Utara, menemukan sejumlah uang kertas dan mata uang logam kuno, salah satunya koin kuno bertuliskan Nidnei Indie, ¼ G, emisi 1014, dari lokasi pertukangannya di Tarutung.

“Koin dan uang kertas kuno ini saya temukan pada Agustus 2013. Saat ini, sebagian dari temuan itu masih saya koleksi, termasuk koin kuno bertuliskan Nidnei Indie ¼ G emisi 1014,” terang Marnala, Rabu (25/10).

Pria yang seharinya bekerja sebagai tukang bangunan menceritakan koin kuno yang memiliki tahun emisi pada abad pertengahan itu terbuat dari bahan menyerupai emas. Hal tersebut diungkapkannya, karena kemurnian akan kandungan logamnya belum pernah diketahui secara pasti, hingga saat ini.

Saat ditemukan, mata uang kuno tersebut berada diantara sejumlah uang logam, juga tumpukan lembaran uang kertas beragam nilai bertuliskan “De Japansche Regeering” dan “Netherlandsch Indie”, yang jelas diketahui sebagai mata uang di era 1930-an.

“Namun, untuk koin kuno bertuliskan Nidnei Indie emisi 1014 tersebut, rasanya bukan mata uang pada jaman penjajahan Jepang,” sebut Marnala tanpa memberitahu titik lokasi penemuannya.

Secara detail, koin kuno tersebut memiliki diameter sekitar 1 cm, dengan ketebalan sekitar 0,1 cm. Mata uang logam tersebut memiliki gambar tiara dengan ujung berbentuk salib, serta sebuah lambang perisai di bagian bawah.

Dia mengaku, sudah berusaha untuk mencari tahu soal informasi mata uang dimaksud. Namun, hingga saat ini, hasilnya masih tetap nihil.

(TS/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *