Pencairan Dana PKH Dibatalkan, Ratusan Warga Protes BRI di Kecamatan Sarudik

  • Whatsapp
Warga penerima dana Program Keluarga Harapan (PKH) protes BRI di perbatasan Sibolga Tapteng.

TAPANULI TENGAH – Masyarakat dari Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara geruduk kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang berlokasi di perbatasan Sibolga-Tapteng, Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, Tapteng, Kamis, (26/10/2017).

Aksi protes masyarakat itu akibat tertundanya pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH) selama tiga bulan terakhir oleh pihak BRI.

Seharusnya, pencairan dana PKH terealisasi hari ini, Kamis, (26/10/2017). Namun, pihak BRI tersebut membatalkan pencairannya tanpa sepengetahuan warga.

Ratusan warga penerima dana PKH itu pun tidak terima sikap BRI yang melakukan pembatalan pencairan. Warga menuding BRI mempermainkan mereka.

“Kami protes, karena ditunda pencairan nya hari ini. Dan surat pemberitahuan nya pun hari ini Kamis (26/10/2017). Ada tanda tangan pimpinannya Mardin S.Pakpahan. Padahal dana itu sudah sangat kita butuhkan saat ini untuk keperluan anak-anak sekolah dan kebutuhan lainnya,” ungkap Ibu Ridha Nasution mewakili warga lainnya saat di mintai keterangan oleh wartawan dilokasi kantor BRI diperbatasan Sibolga-Tapteng, Kecamatan Sarudik.

Amatan di lokasi halaman kantor BRI tersebut, mencapai ratusan warga yang didominasi ibu-ibu rumah tangga berbondong-bondong meneriakkan kinerja para pengurus bantuan ini.

Mereka berharap pihak pengelola pencairan dana PHK untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan ini dan warga kecamatan Sibolga Selatan ini dapat segera menerima Dana Bantuan tersebut.

Sampai berita ini di turunkan pihak BRI belum bisa di konfirmasi, karena mendadak melakukan rapat internal di ruangan mereka.

Keramaian ini masih terjadi di depan kantor BRI setempat hingga pukul 10.00 WIB.

 

 

(Job Purba/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *