Tak Terima Dibilang Banci, Oknum ASN di Simalungun Suruh Mertuanya Buka Pakaian Dalam

  • Whatsapp
Illustrasi. Foto: SN/int.

SUMUT – Ada – ada saja ulah seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN)  Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) inisial RSN (31) ini. ia malah meminta ibu mertuanya untuk membuka celana dalam di depan ayah mertuanya. Oknum ASN itu akhirnya di polisikan ibu mertuanya tersebut.

Dilansir Tribratanewspoldasumut,  menyebutkan, bahwa pada hari Rabu (25/10/2017) persitiwa itu terjadi disebabkan oknum ASN itu, RSN tidak terima dibilang banci oleh ibu mertuanya DL Br M (51). RSN kemudian tersinggung, karena sebagai laki-laki tulen, ia telah berhasil menghamili istrinya.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa sore (24/10/2017) di rumah RSN, Simpang Panei, Nagori Pamatang Panei, Kecamatan Panombeian Panei, Simalungun. Karena merasa dihina oleh permintaan menantunya, DL pun selanjutnya melaporkan RSN ke Polsek Panei Polres Simalungun.

Ceritanya, kejadian ini  berawal saat DL Br M dan suaminya, marga Sinaga (52), berkunjung ke rumah RSN. Kedatangannya adalah untuk menjenguk putrinya, M Br S (34). Begitu tiba, DL Br M dan suaminya melihat menantunya sedang bertengkar dengan putrinya.

DL Br M kemudian menanyakan maksud menantunya, mengapa mereka dilarang melihat putrinya sendiri saat dirawat di rumah sakit kalau tak membawa uang. Pertanyaan itu membuat RSN makin emosi, sehingga terjadi pertengkaran mulut antara menantu dan ibu mertua.

Emosi dengan ucapan ulah menantunya, DL Br M dalam pertengkaran itu kemudian menyebut menantunya sebagai “Si Dua Jambar” yang berarti “banci”. RSN pun langsung naik pitam saat disebut ibu mertuanya dengan sebutan banci.

RSN pun tak bisa menahan emosinya. Ia mengatakan, telah berhasil menghamili istrinya atau putri DL Br M. Saat ini usia kehamilannya mencapai usia 6 bulan.

“Borumu (anak perempuanmu) bunting kubikin, kenapa inang (ibu) bilang aku Si Dua Jambar? Bukalah celana dalammu biar ku………kau di sini di depan suami mu,” ujar RSN di depan ayah mertuanya.

Kapolsek Panei AKP Peris Gultom membenarkan laporan DL Br M.

“Kalau laporannya sudah kita terima, nanti dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah saksi. Jadi laporannya masih diproses,” katanya.

 

 

(Trib mdn/int/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *