Tarif Travel Bandara Silangit Mahal? Ini Penjelasan Dishub Taput

  • Whatsapp
Kepala Dinas Perhubungan Taput Erikson Siagian bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

TAPANULI UTARA – Terkait tingginya tarif angkutan travel di Bandara Silangit, Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Taput Erikson Siagian menegaskan kewenangan penentuan mekanisme tarif ongkos angkutan travel yang beroperasi di Bandara Silangit tidak menjadi wewenang Pemkab Taput.

“Mekanisme penetapan sepenuhnya ditentukan oleh perusahaan travel tersebut. Kalaupun pemerintah harus campur tangan, kita (Pemkab Taput) tidak bisa menentukan. Itu urusan provinsi dan ijin mereka juga dari provinsi,” sebut Erikson di Tarutung, Jumat (27/10/2017).

Dikatakannya lebih lanjut, tidak adanya wewenang dinas perhubungan Taput diakibatkan opersional rute tujuan (trayek pada angkutan umum) berada di beberapa daerah kabupaten.

Diakuinya, pihaknya sudah pernah melakukan rapat koordinasi dengan 2 perusahaan travel yang beroperasi di bandara Silangit. Dalam rapat itu, ongkos yang dikenakan kepada penumpang adalah biaya perjalanan persatu unit mobil.

“Contoh ongkos ke Pahae Julu 400 ribu. Pengertiannya bila mobil travel berisi 2 penumpang, 400 ribu dibebankan kepada kedua penumpang. 5 atau 6 penumpang juga seperti itu. Jadi kalau penumpangnya hanya satu orang, dia sendiri yang bayar yakni 400 ribu,” terang Erikson.

Meski demikian, dikatakan Erikson, sebenarnya di bandara Silangit ada angkutan yang murah yakni Damri. Untuk angkutan ini, penumpang dengan tujuan Tarutung dikenakan beban ongkos sebesar Rp. 15.000,-.

 

 

(TS/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *