Di Jepang, Mending Punya 3 Pacar Ketimbang 1 Mobil

  • Whatsapp
Illustrasi mobil. Foto: OkeZone/int.

TOKYO – Ada anekdot menarik yang terjadi di Jepang terkait kepemilikan mobil. Salah satunya tentang mahalnya memiliki sebuah mobil. Bukan harga mobil yang menjadi handicap utama dalam kepemilikannya. Tapi tahapan memilikinya yang membuat warga Jepang berpikir berkali lipat untuk membeli sebuah mobil.

Ping Tjuan Suharna warga Indonesia yang telah 22 tahun tinggal di Negeri Matahari Terbit itu mengatakan, bahwa proses memiliki mobil sangat sulit, lama dan pastinya mahal. Saking mahal dan ribetnya, Ping membandingkannya dengan biaya ‘pacaran’. “Mending punya tiga pacar ketimbang punya 1 mobil,” ujarnya saat mengantar rombongan Toyota Media Tour 2017 di Yokohama, Jepang, Jumat (27/10/2017) dilansir liputan6.com.

Selain itu, untuk mendapatkan mobil, seseorang harus punya SIM. Harganya pun bisa lebih dari Rp 40 juta. Itupun kalau langsung lulus. Bila tidak tentunya ada biaya tambahan lagi. Rata-rata mengulang 4 ujian tulis sebelum ujian praktik.

Kemudian, seseorang juga memiliki sertifikat kepemilikan lahan parkir. Sebulannya, bayar parkir bisa bisa Rp6 juta, jumlah yang sama untuk menyewa apartemen 23 meter persegi di Tokyo.

Menurut Ping, jika dibandingkan dengan memiliki pacar, proses pacaran di Jepang tidak sama dengan di Indonesia.

“Semuanya berbagi. Biaya yang sama untuk laki dan perempuan,” katanya.

Tak ada obligasi buat pria mentraktir pasangannya. Termasuk misalnya kalau mau pergi keluar kota pakai mobil.

“Tinggal sewa mobil, bayar sewanya setengah-setengah. Bensinnya juga, termasuk sewa kamar bila menginap di hotel,” terangnya.

 

 

(int/lp6)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *