oleh

Pengusaha Resah Ulah Oknum Bergaya Premanisme di Tapteng

PANDAN – Beberapa pengusaha yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengaku resah atas adanya sekelompok warga yang mengaku dari Serikat Pekerja dan bergaya premanisme untuk meminta uang kepada pengusaha.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (F.SPTI) – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K.SPSI) Tapteng, Abdul Rahman Sibuea kepada wartawan, Senin (30/10/2017) setelah mendapat keluhan dari beberapa pengusaha.

“Belakangan ini telah beredar isu dan kegiatan dilapangan yaitu gaya-gaya premanisme dan pungli (pungutan liar,red) dengan dalih serikat pekerja anggota SPSI, jadi banyak pengusaha mitra kita dilapangan banyak mengeluhkan yaitu cara-cara mereka datang itu cara premanisme,”ujar Rahman.

Atas tindakan itu, Rahman meminta kepada penegak hukum khususnya aparat Kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Tapteng agar menyikapi hal itu.

“Kita minta aparat kepolisian dan pemerintah supaya menyikapi permasalahan ini, karena mengingat kekondusifan di Tapanuli Tengah tentang serikat pekerja telah berjalan selama ini,”katanya.

Dijelaskannya, adanya keresahan yang dirasakan beberapa pengusaha saat ini akibat ulah pihak yang mengaku memiliki kepengurusan baru, dinyatakannya ilegal.

“Perlu kami sampaikan, apa yang terjadi saat ini, ada beberapa segelintir orang yang membuat-buat SK, yang bertujuan mendatangi perusahaan-perusahaan mengatakan bahwa mereka adalah pengurus yang baru, sementara mereka itu tidak diakui (ilegal), sama artinya kita menganggap mereka adalah premanisme dengan kedok surat bodong,”ucapnya.

Sikap dan cara oleh sekelompok orang itu, lanjut Rahman, bukan cerminan dari tata cara yang baik dimana suatu serikat pekerja, yaitu tidak dengan cara-cara premanisme.

“Karena berbicara tentang serikat pekerja, serikat buruh, telah diatur dalam undang-undang tenaga kerja nomor 21 tahun 2000, yaitu tentang tata cara berserikat,”katanya.

Untuk itu, tambah Rahman, selaku Ketua DPC F.SPTI – K.SPSI Tapteng periode 2016-2021, meminta para Pengusaha dan Pemerintah agar lebih jeli saat menghadapi orang yang mengatasnamakan dari pihak serikat pekerja yang dipimpinnya.

“Saya sebagai ketua F-SPTI, dalam hal ini menghimbau kepada pengusaha dan pemerintah agar jangan percaya mentah-mentah apa yang disampaikan oleh segelintir orang. Kenapa?, karena kebebasan berserikat jelas diatur dalam undang-undang, tetapi setiap serikat pekerja setiap buruh, bisa melakukan kegiatan dan aktifitas setelah tercatat di pemerintah,”tuturnya.

Dijelaskannya lagi, sesuai informasi yang diterimanya, bahwa kelompok yang mengatasnamakan serikat pekerja itu selalu melakukan tekanan-tekanan kepada pengusaha apabila tidak memberikan uang.

“Jadi informasi ini telah kita himpun telah berjalan kelompok-kelompok ini, mengatasnamakan serikat pekerja untuk menakut-nakuti pengusaha, pengusaha tidak memberikan uang, mereka melakukan tekanan-tekanan secara premanisme,”ucapnya.

Ditegaskannya, apabila nantinya kelompok yang mengatasnamakan serikat pekerja yang dipimpinnya itu terus melakukan kegiatan yang meresahkan pengusaha itu, maka pihaknya siap menempuh upaya hukum.

“Perlu digarisbawahi, tidak ada penggantian ketua F.SPTI atau K.SPSI atas nama Abdul Rahman Sibuea, kita siap menempuh proses hukum apabila ada memalsukan atau mempergunakan nama serikat kita untuk mengambil kepentingan pribadi. Dan untuk menjaga nama baik serikat, kita siap melakukan tindakan hukum,”tegasnya.

 

 

(Firmansyah/ren)

Loading...

Komentar