Proyek Irigasi di Pinangsori Dinilai Kurang Berkualitas

  • Whatsapp
Pembangunan Irigasi di Kelurahan Pinangsori, Tapteng, Sumut.

PINANGSORI – Warga lingkungan III Sukarame Maduma, Kelurahan Pinangsori, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara (Sumut) menuding pengerjaan saluran irigasi di wilayah itu dinilai kurang berkualitas.

Penilaian itu ternyata bukan saja datangnya dari warga. Bahkan Kepala Lingkungan setempat pun sepakat dengan apa yang disampaikan warga nya itu.

Dan bukan cuman beberaapa warga,Dari aparat setempat juga memprotes pekerjaan itu,yang kiasannya di sulap agar cepat selesai.

“Lagian kalau memang begini cara pemasangan untuk lantai irigasi ini pasti gak ebertahan lama,” ungkap warga bermarga Sihombing, diamini warga lainnya.

 

 

“Memurut saya pekerjaan ini sangatlah tidak pas, mulai dari pasirnya yang kotor, pasangannya juga kita duga asal – asalan. Ditambah lagi campuran yang hanya kelihatan pasir kotor saja,” ucap  J.Sitanggang, Kepala  Lingkungan setempat.

Dia berharap agar pihak pemborong (CV,Andhika Group) agar mengerjakannya lebih bermutu sehingga dapat disambut baik oleh para petani didaerah tersebut.

 

 

“Apalah gunanya ini dikerjakan kalau cuman sebentar saja  bertahan. Kemarin saya telah meminta kepada mandornya agar di perkuat lagi campuran semennya. Maksud saya karena ini pekerjaan di atas air, jadi campurannya juga bukan lagi campuran yang kita nilai asal – asalan. Seharusnya campuran untuk pasangan ini, bisa 1:3 atau 1:4. Ini mana ada? Saya sendiri tadinya kan ikut dari awal dalam pekerjaan ini. Tapi dari awal saya sarankan agar campurannya dan pasirnya yang bagus, ehh…malah saya di dianggap tak becus. Jadi saya tak terima dengan perilaku mandor nya ini. Dia hanya membawakan kata –kata saran Bos lah, saran pemboronglah yang kita ikuti. Jawabnya kita hanya pekerja,” ujar Kepling menjelaskan kepada awak media ini.

 

 

Menanggapi hal itu, Mandor lapangan pekerjaan irigasi tersebut yang biasa dipanggil Pak Jangkung, warga Kebun Pisang, Kecamatan Badiri mengatakan akan menyampaikan hal itu kepada Bos nya.

“Nanti saya sampaikan sama bos, saya cuman pekerja suruhan yang di gaji. Pesannya nanti saya sampaikan sama bos,” jelas Pak Jangkung.

Proyek yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur irigasi itu menelan biaya Rp.191.827.900 bersumber dari APBD Propinsi Sumatera Utara.

 

 

(Job Purba/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *