Abdul Rahman Sibuea: Kalau mereka ribut-ribut telepon saya…

  • Whatsapp
Abdul Rahman Sibuea saat menyambangi pengusaha-pengusaha menindaklanjuti atas oknum yang mengatasnamakan serikat pekerja.

SARUDIK – “Dengan tegas saya katakan, bahwa mereka bukan dari bagian dari organisasi kami lagi, jadi kalau mereka mengatas namakan organisasi tolong jangan diladeni,”.

Begitulah ungkapan Ketua K.SPSI-F.SPTI Abdul Rahman Sibuea terhadap pengusaha-pengusaha di Kecamatan Sarudik, Tapteng, Selasa (31/10/2017).

Dalam kesempatan itu, Rahman juga menegaskan apabila beberapa pria yang mengatasnamakan organisasi yang dipimpinnya itu meminta uang kepada para pengusaha, ia meminta agar para pengusaha secepatnya memberitahukan kepadanya, sehingga ia dapat langsung terjun kelapangan untuk memantaunya.

“Kalau mereka itu datang ribut-ribut silahkan telepon saja saya, karena kita tidak mau di perusahaan ribut-ribut mengatasnamakan SPSI,”katanya.

Dijelaskannya, kedatangannya langsung menyambangi para pengusaha itu agar situasi di perusahaan yang merupakan mitra organisasi yang dipimpinnya itu tidak merasa resah dalam menjalankan roda usahanya.

“Karena perusahaan wajib kita lindungi, secara hukumnya mereka ini sudah kita adukan ke polisi,”tegasnya.

Dari beberapa pengusaha yang disambangi oleh Rahman dan anggota organisasi yang dipimpinnya itu, mengakui bahwa akibat ulah beberapa pria itu sangat mengganggu. “Ia sangat resah,”ucap seorang bagian humas di salah satu perusahaan di Kecamatan Sarudik.

Salah seorang pengusaha lainnya, saat disambangi Rahman, juga mengaku akan memanggil pihaknya apabila pria yang mengatasnamakan organisasi yang dipimpin Rahman datang untuk meminta uang.

“Kalau saya bagaimana baiknya, kalau datang mereka saya panggil klian,”ucap AP seorang pengusaha lainnya.
Hal senada juga disampaikan oleh pengusaha lainnya, sifat premanisme beberapa pria yang meminta uang kepada mereka itu juga telah meresahkan dan membuat kekawatiran kepada mereka.

“Maksalah, kayak preman, tampang pun sudah kayak preman. Yang awak takutkan dibanting meja, awak pun emosi bisa angkat bangku juga lah,”ucap salah seorang wanita pengurus kantor disalah satu perusahaan di Kecamatan Sarudik yang namanya tidak ingin disebutkan.

 

 

(Firmansyah/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *