“Boru Batak” berparas cantik ini Guru Bahasa Mandarin terbaik 2017

  • Whatsapp
Arika Boru Hutabarat saat diwawancarai wartawan, Selasa, 31 Oktober 2017 kemarin.

SIBOLGA – Arika Boru Hutabarat (26) memiliki kemampuan luar biasa, mampu menguasai bahasa Mandarin dengan sempurna.

Wanita muda berparas ayu itu sekarang mengajar bahasa Mandarin di SMA Tri Ratna, sekolah swasta favorit di kota Sibolga. Uniknya, kemampuannya berbahasa, membaca hingga menuliskan aksara Mandarin mengungguli warga Tionghoa.

Arika bahkan dinobatkan menjadi salah satu dari 17 guru bahasa Mandarin terbaik di Indonesia 2017. Ia lahir dari Desa Parsingkaman, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), merupakan alumni SMA Tri Ratna Sibolga.

Selama bersekolah hingga sekarang dia tinggal di kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah (Tapteng).

 

 

 

Diusianya 26 tahun, Arika telah menyandang gelar Bachelor of Education (B Ed). Pada 2016 lalu, ia mengikuti tes uji kompetensi guru (UKG) yang digelar di SMK Negeri 1 Sibolga dan berhasil lolos.

“Berselang beberapa waktu setelah tes UKG itu, saya ditelepon oleh pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan (P4TK), menyatakan bahwa kami ada 17 orang berangkat ke China mengikuti pendidikan dan pelatihan,” ujar Arika Hutabarat kepada wartawan, Selasa (31/10/2017) kemarin.

Diakuinya, sejak awal sangat tertarik dan menyukai bahasa Mandarin. Berkat kegigihan belajar, akhirnya dia mampu menguasai bahasa Mandarin tersebut dengan nilai sempurna.

“Saya suka dan tertarik bahasa Mandarin, awalnya memang rada susah, tapi karena saya sudah menyukainya, saya harus belajar sungguh-sungguh,” ucapnya.

Kata Arika, di SMA Tri Ratna sebenarnya masih banyak siswa yang belum bisa bahasa Mandarin.

“Memang ada juga beberapa siswa, tapi banyak yang belum bisa menuliskannya,” katanya.

 

 

Sementara, Kepala SMA Tri Ratna Sibolga, Mestika Nauli membenarkan, Arika Hutabarat adalah alumni SMA Tri Ratna dan baru dua tahun mengajar.

“Arika Hutabarat mendapatkan beasiswa dan kuliah di Guangzhou China. Begitu dia kembali ke sini, dia menjadi guru bahasa Mandarin di sekolah kita,”ujar Mestika.

Mestika mengatakan, bahwa Arika mengikuti UKG 2016, dan dinobatkan sebagai guru terbaik 2017.

Sebagai bentuk apresiasi, Arika Hutabarat bersama 16 guru terbaik lainnya diberangkatkan mengikuti diklat di Xiamen University selama sebulan.

 

 

(ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar