Kejatisu tahan 10 rekanan proyek rigid beton tahun 2015

  • Whatsapp
Ke 10 tersangka rekanan dalam kasus dugaan korupsi proyek rigid beton Sibolga tahun 2015 saat digiring petugas Kejatisu, Foto: DOK SNT.

MEDAN – Penyidik Pidana Khusus (Pidsus)  Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menahan 10 tersangka kasus dugaan korupsi pengerjaan Rigid Beton Dinas PU Sibolga TA 2015, senilai Rp 65 Miliar. Mereka ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan.

“Sepuluh orang yang ditahan merupakan rekanan proyek, ” ucap Kepala tim penyidikan Tumpal Hasibuan didampingi Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, Kamis (2/11/2017) sore kepada wartawan.

Adapun 10 rekanan yang ditahan adalah, Jamaluddin Tanjung Direktur Pt Barus Raya Putra Sejati, Ivan Mirza Direktur  PT Enim Resco Utama, Yusrilsyah Direktur PT Swakarsa Tunggal Mandiri,  Pier Ferdinan Siregar Direktur PT Arsiva, Mahmuddin Waruwu, Direktur  PT Andhika Putra Perdana.

Kemudian Erwin Daniel Hutagalung Direktur PT Gamox Multi Generalle, Hobby S Sibagariang Direktur PT Bukit Zaitun, Gusmadi Simamora Direktur PT Andika Putra Perdana, Harisman Simatupang Wadir CV Pandan Indah serta Batahansyah Sinaga Dir VIII CV Pandan Indah.

“Mereka merupakan bagian dari 13 tersangka yang sudah ditetapkan penyidik sejak beberapa waktu lalu. Sebelum ditahan mereka sebelumnya menjalani pemeriksaan terlebih dahulu sejak pukul 10:00 Wib tadi, ” urai Tumpal.

 

Pihak Kejatisu memberikan keterangan persnya.

 

Tumpal menjelaskan mereka diperiksa sebagai tersangka dalam tindak pidana dugaan korupsi pada pemerintahan Kota Sibolga terkait dengan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pelaksanaan 13 kontrak peningkatan Hotmix menjadi  Perkerasan Beton Semen (Rigib Beton). Proyek ini bersumber dari DAK tambahan usulan daerah yang tertuang dalam DPA Dinas PU Sibolga TA 2015 pada jalan mesjid dengan nilai kontrak sebesar Rp 65 miliar.

“Kerugian negara berdasarkan hasil audit BPK RI sebesar Rp 10 miliar, ” sebutnya.

Sedangkan untuk 3 tersangka lainnya kata Sumanggar akan dijadwalkan pemanggilan pada Selasa minggu depan.

“Ketiganya berasal dari pihak penyelenggara yaitu Kadis PU Sibolga inisialnya MP dan PPK serta ketua Pokja, ” pungkas Tumpal.

 

 

(ril/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Terimakasih utk bapak penegak hukum yg telah berhasil melaksanakan tugasnya, mudah mudahan para bapak bapak penegak hukum kita ini tidak berhenti sampai disini tapi lebih memprioritaskan lagi siapa faktor intlektual yg lebih berperan dan mendapatkan manfaat lebih dari kasus ini. Yakinlah masyrakat pasti melihat dan memperhatikan apa yg terjadi khususnya di kota kita ini.Wassalam.