Minggu depan Kadis PU Sibolga, PPK dan Ketua Pokja akan diperiksa penyidik Kejatisu

  • Whatsapp
Ke 10 tersangka (rekanan) pada proyek rigid beton sibolga tahun 2015 saat digiring pihak Kejatisu. DOK SNT.

MEDAN – 10 rekanan yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejatisu pada Kamis sore, (2/11/2017) dalam kasus dugaan korupsi proyek rigid beton di Kota Sibolga tahun 2015 senilai Rp65 Miliar, langsung dilakukan penahanan badan usai dilakukan pemeriksaan. Mereka ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan.

Hal itu dijelaskan oleh Kepala tim penyidikan, Tumpal Hasibuan didampingi Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian kepada wartawan di Medan, Kamis sore tadi.

“Sepuluh orang yang ditahan merupakan rekanan proyek. Mereka merupakan bagian dari 13 tersangka yang sudah ditetapkan penyidik sejak beberapa waktu lalu. Sebelum ditahan mereka sebelumnya menjalani pemeriksaan terlebih dahulu sejak pukul 10:00 Wib tadi, ” ucap Tumpal Hasibuan.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian menambahkan, bahwa untuk 3 tersangka lainnya akan dijadwalkan pemanggilan pada Selasa minggu depan.

“Ketiga tersangka itu berasal dari pihak penyelenggara yaitu Kadis PU Sibolga inisialnya MP dan PPK serta ketua Pokja, ” jelas Tumpal.

Berikut 10 rekanan yang ditahan oleh Kejatisu, yakni Jamaluddin Tanjung Direktur Pt Barus Raya Putra Sejati, Ivan Mirza Direktur PT Enim Resco Utama, Yusrilsyah Direktur PT Swakarsa Tunggal Mandiri, Pier Ferdinan Siregar Direktur PT Arsiva, Mahmuddin Waruwu, Direktur PT Andhika Putra Perdana.

Kemudian Erwin Daniel Hutagalung Direktur PT Gamox Multi Generalle, Hobby S Sibagariang Direktur PT Bukit Zaitun, Gusmadi Simamora Direktur PT Andika Putra Perdana, Harisman Simatupang Wadir CV Pandan Indah serta Batahansyah Sinaga Dir VIII CV Pandan Indah.

Dijelaskan, para tersangka diperiksa dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pemerintahan Kota Sibolga terkait dengan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pelaksanaan 13 kontrak peningkatan Hotmix menjadi Perkerasan Beton Semen (Rigib Beton).

Proyek ini bersumber dari DAK tambahan usulan daerah yang tertuang dalam DPA Dinas PU Sibolga TA 2015 pada jalan mesjid dengan nilai kontrak sebesar Rp 65 miliar.

“Kerugian negara berdasarkan hasil audit BPK RI sebesar Rp 10 miliar, ” pungkasnya.

 

 

(ril/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar