Duh! bertengkar dengan kekasih di cafe, wanita ini malah bakar diri

  • Whatsapp
Maria Jani saat dirawat petugas medis.

PADANGSIDIMPUAN – Hanya Gara Gara persoalan hati dan perasaan, Maria Jani nekat membakar diri di hadapan kekasihnya. Aksi nekad itu dilakukan Maria, diduga setelah dirinya bertengkar saat berada di salah satu cafe di Jalan Baru By Pass Abdul Haris Nasution, Desa Pudun Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kamis (2/11) sore sekira pukul 15.30 Wib.

Maria dan kekasihnya diketahui sebagai waiters dan anak merupakan pemilik cafe, Herman (25) kekasihnya Maria terpaksa dilarikan ke IGD RSUD Kota Padangsidimpuan oleh warga untuk mendapatkan perawatan medis.

Warga yang membawa dua pasang muda-mudi itu, mengaku tak begitu tahu betul perihal masalah keduanya. Saat mereka datang ke tempat peristiwa itu, api sudah padam.

Sebenarnya kekasih korban, Herman juga mengalami luka bakar pada wajah dan tangannya. Namun ia menyadari setelah orangtuanya tiba di rumah sakit itu dan mendesaknya untuk mendapat perawatan.

Sebelum ia akhirnya dirawat, Pemuda yang berperawakan gempal ini menuturkan, jika kekasihnya awalnya mengancam-ancamnya akan membakar diri, namun itu dilakukan juga. Dengan cepat ia pun berupaya memadamkan api dari tubuh kekasihnya tersebut. Herman yang terlihat panik dan kalut itu, tak menerangkan perihal pertengkaran dengan sang kekasih, dan ia juga tidak menjelaskan bagaimana caranya memadamkan api.

Sementara itu dari dalam ruang IGD terlihat Maria kesakitan dengan luka bakar penuh dari perut hingga wajah. Gadis ini hanya meringis kesakitan.

Dari keterangan dokter IGD yang menangani korban, dr Hanif menerangkan, luka bakar yang dialami korban perempuan cukup parah dan harus dilakukan perawatan. Begitu juga dengan korban Herman, meskipun tidak separah kekasihnya, pemuda ini juga harus menjalani perawatan di Ruang Rawat Bedah RSUD itu.

“Kalau persennya (Luka bakar) kita tidak bisa menerangkan, karena itu privasi pasien,” ungkapnya.

Sementara itu dari penelusuran Wartawan, cafe tempat kejadian merupakan kafe yang umumnya menyediakan tempat pondok-pondok tertutup bagi pasangan muda-mudi.

5 warga yang merupakan pemilik cafe di sebelah TKP mengungkapkan, saat kejadian mereka hanya mendengar teriak kesakitan korban. Tidak ada yang menyaksikan kejadian itu kecuali kedua korban, Maria dan Herman.

 

 

(Ucok Siregar/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *