Marhite Rumapea: Jika masih diprotes, kita alihkan anggarannya…

  • Whatsapp
Proyek BPBD di Desa Sogar Andam Dewi Sempat Menuai Protes Warga.

TAPANULI TENGAH – Pembangunan tembok penahan longsor sungai Sogar di Desa Sogar, Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), sempat menuai protes keras dari warga setempat. Aksi protes itu menyangkut orderan batu sungai. Batu sungai yang ada disungai Desa Sogar dinilai tidak memenuhi kriteria untuk dipakai kebangunan coran bronjong penahan sungai. Sehingga terjadi salah paham antar warga dan pekerja proyek.

Menyikapi hal itu, pada Selasa siang, (31/10/2017) yang lalu, Kepala Desa Sogar, Jhon Wesley dan Camat Andam Dewi, Agusman Simanjuntak, serta rekanan kontraktor dari PT.Cinta Karya Membangun, duduk bersama dengan warga setempat untuk berembuk mengenai kriteria batu sungai peruntukan pembangunan tembok penahan banjir tersebut.

Dari hasil penelusuran menyebutkan, awalnya warga menuding pekerjaan tersebut berantakan dan asal jadi. Banyak terjadi dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaannya, sehingga rekanan dinilai telah mengabaikan kewajiban untuk menciptakan kualitas bangunan kontruksi yang bermutu.

“Jika bangunan nanti rubuh atau tumbang, siapa yang bertanggungjawab. Tentunya pihak rekanan. Jadi semuanya melalui prosedur, saya pun sangat setuju batu sungai Desa Sogar bisa dipergunakan untuk bangunan tersebut, tapi tidak memenuhi persyaratan,” Ujar Kepala Desa Sogar, Jhon Wesley didampingi Camat Andam Dewi, Agusman Simanjuntak bersama puluhan tokoh masyarakat setempat.

Amatan awak media, setelah adanya penjelasan mengenai orderan bahan material batu sungai yang diharuskan sesuai dengan konstruksi untuk memenuhi persyaratan bangunan tembok penahan sungai, maka hasil pertemuan tersebut berbuah baik, warga pun menerima masukan dari pemerintah setempat.

Sementara, Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah (Tapteng), Drs.Marhite Rumapea menjelaskanjika warga tetap protes kelanjutan pembangunan tembok penahan longsor di sungai terebut, maka pihaknya akan mengalihkan anggarannya.

“Karena anggaran diperuntukkan untuk pembangunan tembok penahan sungai sebesar Rp.2,7 Milyar, kiranya warga merasa antusias. Karena pembangunan ini sudah lama direncanakan pemerintah untuk menanggulangi bencana banjir. Karena banjir di Desa Sogar sudah lama menjadi keluhan prioritas masyarakat setempat yang selalu dihantui rasa takut banjir akibat arus sungai yang tidak menentu. Namun, keluhan warga sudah bisa direalisasikan pemerintah, tentunya mengenai bahan material itu sudah ada aturan dan mekanismenya, tidak usah dipermasalahkan,” ujar Marhite Rumapea menjawab wartawan.

 

 

(Sahat Tumanggor/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *