Pensiun dari PNS, Ibu ini Alih Profesi jadi Pencetak dan Pengedar Uang Palsu

  • Whatsapp
Tersangka saat diamankan petugas. Foto: Tribratanewspoldasu/int.

SUMUT – Setelah pensiun dari Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS), ternyata Risma (58) warga Nagori Manik Hataran, Kecamatan Damanik, Kabupaten Simalungun, Sumut, alih profesi menjadi pencetak uang palsu.

Kedok Risma terungkap, Rabu, (1/11/2017) ketika itu tersangka menumpang  Angkutan Pedesaan (Angdes) Pepabri, jurusan Tiga Dolok-Pematangsiantar, yang dikemudikan oleh Bancer (44), warga Mallopot Lumban Gorat, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun. Saat menumpang angdes tersebut dari Sampuran, Risma kemudian meminta diturunkan di Jalan SiantarParapat atau yang lebih dikenal dengan nama Simpang Dua, Siantar Marihat.

Setelah turun, Risma membayarkan ongkosnya dengan memberikan selembar uang pecahan Rp50 ribu. Bancer sang sopir yang tak merasa curiga, kemudian mengembalikan Rp47 ribu kepada Risma, karena tarif ongkos memang cuma Rp3000. Selanjutnya, Bancer pun meneruskan perjalanan bersama para penumpang yang masih berada di dalam Angdes yang dikemudikannya. Namun, baru beberapa meter menginjak pedal gas, tiba-tiba salah seorang penumpang menegur Bancer, dan menyarankan agar dia kembali memperhatikan uang yang dibayarkan oleh Risma.

Mendengar saran tersebut, Bancer pun segera menghentikan mini bus dan memeriksa uang tersebut. Benar saja, ternyata setelah diperhatikan secara teliti, uang itu memang palsu.

Tak mau dirugikan, Bancer segera putar arah dan mengejar Risma menuju Simpang Panei Tongah. Risma akhirnya ditemukan saat sudah berada di Simpang Parsaguan, Kelurahan Panei Tongah, Kecamatan Panei. Selanjutnya, Bancer menahan Risma serta melaporkan hal yang baru dialaminya ke polisi. Petugas yang tiba tak lama berselang, membawa Risma dan Bancer serta barang bukti ke Polsek Siantar Marihat untuk proses lebih lanjut.

Kapolsek Siantar Marihat, AKP Rudi Lapian membenarkan kejadian. “Kita masih mintai keterangan darinya,” katanya, kemarin.

AKP Rudi Lapian mengatakan, setelah menjalani pemeriksaan, Polsek Siantar Marihat melakukan pengembangan ke rumah tersangka. Dari kediaman Risma, petugas menemukan lembaran uang palsu lain, pecahan Rp100 ribu serta Rp50 ribu, masing-masing sebanyak 57 dan 5 lembar. Tidak itu saja, masih ada lagi pecahan Rp5 ribu sebanyak 2 lembar.

Selanjutnya polisi juga menemukan mesin printer merek Canon Pixma MP 287, satu rim kertas HVS warna merah dan satu gunting yang diduga untuk memotong kertas uang palsu yang sudah dicetak. Setelah barang bukti diamankan, Risma kembali digelandang ke Mapolresta Siantar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, Risma dijerat pasal 244 KUHPidana tentang uang palsu. Hingga jam 20.00 Wib kemarin, RS masih tetap menjalani pemeriksaan di ruang Jatanras. Sementara, belum ada pihak Polres Siantar yang bersedia memberi keterangan terkait hal ini.

 

 

Sumber: Tribratanewspoldasu

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *