Warga Manduamas geger, sesosok mayat terbalut mantel hujan ditemukan di parit

  • Whatsapp
Jasad Korban saat ditemukan didalam parit. Foto: Polsek Manduamas.

TAPANULI TENGAH –¬†Sesosok mayat di temukan terbujur kaku didalam parit di dusun Paranginan, Desa Manduamas Lama, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, Jumat, (3/11/2017) sekira pukul 07.15 Wib.

Peristiwa penemuan sesosok mayat laki-laki itu awalnya ditemukan salah seorang siswa SMP Negeri 1 Manduamas bermarga Sihotang ketika ia berangkat menuju sekolah. Kemudian siswa SMP itu kaget begitu melihat ada sosok orang yang memakai mantel dan sepeda motor didalam parit. Informasi itu selanjutnya diberitahukan kepada anak sekolah lainnya.

Mendapat informasi itu, warga berdatang kelokasi, dan selang beberapa menit kemudian pihak kepolisian dari Polsek Manduamas yang tiba dilokasi langsung melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya, jasad korban dibawa ke Puskesmas Manduamas untuk dilakukan visum.

Dari informasi yang diperoleh, korban diketahui bernama Herwan Toni Pasaribu (47) warga Sp3, Kelurahan Bajamas, Kecamatan Sirandorung.

Kapolres Tapanuli Tengah, Hari Setyo Budi melalui Kapolsek Manduamas, AKP.M.Nazir membenarkan peristiwa penemuan mayat tersebut.

AKP M Nazir mengemukakan bahwa kondisi korban sudah meninggal saat ditemukan didalam parit bersama sepeda motor jenis Revo tanpa nomor polisi.

“Sikorban meninggal dunia sudah satu malam, diduga karena laka lantas, sebab tidak ada tanda-tanda kekerasan dan juga perampokan. Hal ini merupakan keterangan dokter puskesmas manduamas usai dilakukan visum oleh dokter pukesmas manduamas,” kata AKP M Nasir diruangan kerjanya.

Selanjutnya kata Kapolsek, Jasad korban dibawa menggunakan mobil ambulance ke rumah duka di Sp3, Kelurahan Bajamas, Kecamatan Sirandorung.

Isak Tangis Keluarga Korban Tidak Terbendung

Isak tangis pihak keluarga yang diduga korban Lakalantas itu tidak terbendung setelah jasad korban tiba dirumah duka, dan warga pun beramai-ramai kediaman alamarhum.

Tangisan istrinya br. Simanjuntak dan juga 5 anaknya (1 Puteri dan 4 Putra) yang masih berstatus sekolah, menangisi jasad orangtuanya, Korban merupakan tulang punggung didalam keluarganya.

 

 

(Sahat Tumanggor/ren)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *