Bupati Tapteng Diharap Bantu Pembangunan Sekolah di Manduamas ini

  • Whatsapp
Kondisi Gedung kelas jauh, SDN.155713 Manduamas Lama 2, yang dibangun sejak tahun 2007 silam, yang dijadikan sebagai proses belajar mengajar untuk kelas 1 dan kelas 2, di dusun IV, Batu Pati, Desa Manduamas Baru.

MANDUAMAS – Gedung kelas SDN.155713 Manduamas Lama 2, yang berlokasi di Dusun IV Batu Pati, Desa Manduamas Baru, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), butuh sentuhan pembangunan dari pemerintah. Pasalnya, sekolah tersebut merupakan sekolah jauh dibuka sejak tahun 2007 silam, yang terisolir dan jauh dari pusat keramaian, Ibu kota Kecamatan Manduamas.

Dari pusat Ibu kota kecamatan manduamas, menuju gedung SDN.155713 Manduamas Lama 2, sekitar 5 km, dan dari Gedung SDN Induk, menuju kelas jauh untuk kelas 1-2, di dusun IV Batu Pati, Desa Manduamas Baru, mencapai 3 km, jika kita ingin menuju arah batu pati, harus rela berjalan kaki sepanjang 3 km lebih, dan melewati hutan, tebing dan juga medan yang terjal.

Hal Itu dikeluhkan, Marinus Zay (25), yang juga sebagai tenaga pengajar (Guru) di sekolah SD jauh di dusun Batu Pati, Desa Manduamas Baru, Ketika Awak SNT, berkunjung ke daerah tersebut, Kamis,(2/11/2017) kemarin, sekira pukul.09.30 Wib.

“Adanya upaya untuk mendirikan sekolah jauh SD jauh tersebut sejak tahun 2007 silam yang terbuat dari dinding papan dan atap dari daun rumbia, adalah gagasan para orangtua murid ke sekolah induk tersebut, sebab anak-anak warga yang masih duduk dibangku kelas 1 dan kelas 2 waktu itu, masih belum bisa melintasi hutan dan gunung sepanjang 3 km ke sekolah induk tersebut,” ujarnya.

Dikatakan, soalnya jarak tempuh dari dusun IV Batu Pati ke sekolah induk SDN 155713 Manduamas Lama 2, mencapai hampir 3 km menjadi perhatian serius kepada orangtua murid dan juga para guru sekolah, karena anak-anak warga setiap hari harus melintasi hutan, tebing dan juga medan yang terjal, dari awal itulah, serta semangat para orangtua murid untuk mendirikan sekolah jauh di dusun Batu Pati Manduamas, walaupun harus berdinding papan dan beratap rumbia,

“Yang penting, anak-anak masyarakat bisa belajar menimba ilmu dari para tenaga pengajar (Guru), sejak itu orangtuanya Alm. Arozatulo Zay, yang sudah meninggal dunia pada tahun 2010 lalu, menghibahkan tanah pertapakan dengan ukuran lebar 50 meter dan panjang 50 meter (50m x 50m) kepada pemerintah untuk tempat dan lokasi pendidikan yang dilengkapi dengan surat tanah yang di tandatangani oleh camat kecamatan manduamas waktu itu.

Dikeluhkannya, warga dusun IV Batu Pati, Desa Manduamas Baru, sangat berharap uluran tangan lembut Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah, Bahktiar Ahmad Sibarani, untuk membuat anggaran untuk pembangunan ruangan sekolah, guna kenyamanan para anak-anak didik pada saat proses belajar mengajar nantinya di Dusun Batu Pati, Desa Manduamas Baru, karena anak-anak kami juga tidak mau ketinggalan dibidang dunia pendidikan,” tandasnya.

Kepala Sekolah SDN.155713 Manduamas Lama 2, Desa Manduamas Baru, Kecamatan Manduamas, Marda Limbong,S,Ag ketika berbincang-bincang diruang kerjanya bersama dengan 11 orang Tenaga Pengajar (Guru) disekolah tersebut mengutarakan kronologi sekolah jauh tersebut berdiri di Batu Pati Manduamas, diusulkan untuk dibangun sejak pada tahun 2003 silam, karena pada waktu itu, anak-anak warga masih belajar di salah satu gereja di batu pati.

“Karena saat itu, pada tahun 2003 silam, putera/i warga khususnya berkisar 30-an murid, belajar di gereja yang ada di batu pati, mengingat induk sekolah sangat jauh dari batu pati,’ katanya.

Menurutnya, pada tahun 2007, ia masih menjabat sebagai kepala sekolah disekolah ini, berusaha untuk mendirikan sekolah jauh walaupun fasilitas sangat minim, namun rasa semangat masyarakat terlihat antusias, sehingga bangunan tenpat belajar berdiri, dan warga setempat mau menghibahkan tanahnya kepada pemerintah untuk pendirian sekolah jauh tersebut, mengingat jarak tempuh dari dusun batu pati ke sekolah induk harus melewati hutan dan gunung sepanjang 3 km.

“Dengan sukarela dan rasa antusias, warga, Arozatulo Zay, yang sudah meninggal dunia pada tahun 2010 lalu, menghibahkan tanahnya dengan ukuran lebar 50 meter dan panjang 50 meter (50m x 50m) kepada pemerintah untuk tempat dan lokasi pendidikan, penyerahan tanah tersebut diserahkan secara suka rela dan ikhlas, serta melengkapi surat tanah yang ditandatangani oleh camat kecamatan manduamas pada waktu itu,” tuturnya.

Dia juga menceritakan kronolagi perjalanan tugasnya, pada tahun 2008 tepatnya bulan Oktober, dirinya dipindahtugaskan ke sekolah SDN bertingkat di PO.Manduamas, selang 3 tahun kemudian pindah tugas ke sekolah SDN A 1 Tukka, dan pada tahun 2013 pada bulan Oktober kemudian pindah tugas ke sekolah SDN.155713 Manduamas Lama 2, ke sekolah asalnya semula.

“Jadi saya meninggalkan sekolah ini, sudah selama 6 tahun, sehingga warga mengulas kembali tentang nasib sekolah jauh, yang sudah lama tidak diperhatikan lagi,’ ungkapnya.

Disinggung mengenai pernah mengusulkan pembangunan sekolah tersebut kepada pemerintah, Ia menjelaskan, pada tahun 2007 lalu, pembangunan sekolah jauh sudah yang ada di dusun IV Batu Pati, sudah pernah di usulkan kepada Anggota DPRD Tapteng yang pernah datang menggelar Reses ke daarah tersebut, dan juga kepada Dinas Pendidikan yang dilengkapi dengan profosal.

“Namun entah apa kendala, Usulan tersebut belum ada realisasinya sampai sekarang,” paparnya mengakhiri.

 

 

Penulis: Sahat Tumanggor
Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *