Lho! Petugas Loket di Kantor Kejaksaan Negeri Sibolga Bermuka Sinis?

  • Whatsapp
Pengendara yang antria menunggu penebusan tilang kenderaan di kantor Kejaksaan Negeri Sibolga, Jumat, 3 November 2017

SIBOLGA – Tiga hari pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2017, Polisi Lalu Lintas Polres Tapteng dan Kota Sibolga berhasil menertibkan dengan cara penilangan terhadap ratusan pengguna kenderaan bermotor yang belum mematuhi aturan berlalu lintas.

Dari ratusan pengendara septor itu tidak memiliki kelengkapan surat – surat kenderaan seperti Surat Tanda Nomor Kenderaan (STNK), Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan juga Helm.

Konsekwensi ketidaklengkapan surat – surat kenderaan itu, para pengendara harus di Tilang dan mengikuti prosedur penebusan agunan tilang di Kejaksaan Negeri Sibolga. Namun tidak jarang, pengendara yang memiliki surat-surat kenderaannya lengkap, terpaksa juga di tilang. Pasalnya, pada saat diperiksai pengemudi hanya bisa menunjukkan foto copy surat-surat kenderaaanya. Walaupun beralasan surat aslinya disimpan dirumah, Polisi Lalu Lintas tetap melakukan Tindakan Langsung (Tilang).

Terkait hal ini, Kasat Lantas Polres Tapteng AKP M Husni Yusuf menjelaskan, para pengendara sepeda motor yang tidak membawa STNK dan SIM asli tetapĀ  menyalahi aturan berlalu lintas.

Banyaknya pengendara kenderaan bermotor yang terjaring Operasi Zebra Toba 2017 membuat kantor Kejaksaan Negeri Sibolga diserbu warga. Tidak sedikit, warga yang datang bermaksud menebus agunan tilang melalui loket yang telah disediakan, namun pelayanan petugas loket bikin kecewa. Mereka harus berdiri berlama-lama menunggu pelayanan dari petugas yang diklaim sedikit arogan dan tidak memiliki tata krama. Penebusan tilang juga diharuskan dengan memakai uang pas.

“Pelayanannya tidak maksimal dan fasilitas pendukung seperti kursi tidak ada. Konon lagi pembayaran mesti pakai uang pas. Apa memang harus begitu,” ketus salah seorang warga yang enggan ditulis namanya oleh awak media, Jumat, (3/11/2017).

Pantauan di lokasi, petugas loket penebusan tilang sepertinya tidak siap melayani warga yang bermaksud menebus agunan tilang kenderaan bermotornya. Disamping tidak memiliki tata krama, petugas memasang muka sinis. Puluhan warga terpaksa berdiri berlama-lama, akibat tidak adanya kursi tunggu yang disediakan.

 

 

Penulis: Job Purba

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *