Disuguhi Teh Manis Supir Truk yang Terbalik di Pinangsori Ungkap Penyebab Kecelakaan

  • Whatsapp
Truk pengangkut beras dan dedak yang terbalik di Jalinsum Pinangsori berhasil di evakuasi, Sabut malam, 4 November 2017.

PINANGSORI – Truk naas pengangkut beras dan Dedak seberat 8 ton yang mengalami kecelakaan tunggal (terbalik) di Jalinsum Kecamatan Pinangsori, Sabtu sore, (4/11/2017) akhirnya berhasil di evakuasi Sabtu malam, pukul 21.30 Wib, dari ruas jalan setelah mendatangkan satu alat berat.

Sementara, supir truk Aspan Harahap (37) tertutup memberikan keterangan terkait kronologi terjadinya kecelakaan tunggal yang dialaminya itu. Namun, setelah sang supir disuguhi teh manis oleh warga, ia baru mulai buka suara.
Aspan mengaku, bahwa dia baru dua hari menjadi supir truk milik Marga Manalu.

“Pada awalnya kita sama Pak Manalu jumpa di pelabuhan Sibolga, saya sendiri tadinya kerja disana. Dan kami bersama Pak Manalu menjemput beras dan Dedak dari Sidimpuan hendak di bawa ke Guningsitoli lewat pelabuhan Sibolga,” ujar Aspan.

“Di Sidimpuan juga saya sudah ingatkan Toke, kalau Ban belakang Kami sudah tidak layak lagi di pake. Apalagi ini muatannya 8 ton, tapi apalah katanya “Nanti sajalah masih bisa itu,” kata toke itu, tutur Aspan menerangkan.

Menurutnya, kondisi Ban truk yang tidak layak pakai lagi, membuatnya harus menjalankan truk menuju Sibolga.

“Jadi kita paksakanlah dari Sidimpuan sana ke mari, dan Naas ketika di daerah ini ban nya pecah dan mobil pun oleng. Karena beram jalan ini sangat tinggi dari badan jalan, ban belakang pun tidak sanggup naik lagi dan saya paksa untuk naik juga tapi tak mampu, maka terbalik lah kami,” ungkap bapak 2 anak ini yang ngaku istrinya juga orang Sibolga.

Pak Manalu (56) pemilik truk rekan Aspan bercerita bahwa akibat kejadian laka tunggal tersebut, dirinya mengaku merugi mencapai Rp 15.000.000,untuk memperbaiki kerusakan dan muatan yang rusak.

“Kalau yang luka kami tidak ada, cuman tergoncang aja sedikit akibat kejadian ini.Memang ban kami sudah tipis makanya Sopirnya saya suru pelan – pelan. Namun apa mau di kata nasib sial datang saja pada kita, padahal paling satu jam lagi ke pelabuhan sibolga. Eeh ,pecah pula lah Ban ini, dan saya kira Rp15 juta lebih lah saya nanti berpengeluaran ini. Belum lagi tadi sewa alat berat ini seharga Rp1 juta. Tapi kita masih bersyukur tidak ada korban jiwa,”ujarnya kepada wartawan.

Kapolsek Pinangsori AKP Sugino menjelaskan memprediksi ada tiga kemungkinan penyebab terjadinya kecelakaan.

“Yang saya lihat di sini ada tiga penyebabnya, satu masalah Ban yang tipis dan tidak layak. Kedua muatan yang tidak sesuai dengan kenderaan, dan yang paling utama adalah posisi ketinggian beram Jalan ini dari aspal. Apabila Ban mobil mengarah ke bahu jalan dan beram di pinggiran aspal ini terlalu tinggi. Kita lihat hampir 30 cm ketinggian beramnya dari jalan. Tapi ini kan masih dalam proses pengerjaan jalan. Dan harapan kita agar pengguna jalan hati – hatilah, apalagi yang jarang melintas di wilayah ini,” ujar Kapolsek.

 

 

Penulis: Job Purba

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *