Duh! Air ke Rusunawa Sibolga Diputus Lagi

  • Whatsapp
Pertemuan Puluhan Penghuni Rusunawa Jolong Basusuk Sibolga dengan Pimpinan DPRD Sibolga. Foto: Ist.

SIBOLGA – Puluhan warga penghuni Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Jolong Basusuk yang berada di jalan Merpati, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Senin (6/11/2017) sekitar jam 12.00 Wib “menyerbu” Gedung DPRD Kota Sibolga di Jalan S.Parman, Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota.

Kedatangan puluhan warga yang di dominasi ibu – ibu rumah tangga itu untuk menyampaikan keluhan mereka, terkait pemutusan aliran air ke Rusunawa oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Nauli Sibolga, mengakibatkan, selama sebulan warga mengaku kesulitan mendapatkan air bersih.

Suasana di gedung DPRD Sibolga sempat heboh, ketika puluhan penghuni Rusunawa itu menerobos masuk untuk segera menemui wakil – wakil rakyat yang mereka pilih.

Beruntung dua Wakil Ketua DPRD Sibolga yakni Jamil Zeb Tumori dan Hendra Sahputra segera turun tangan untuk menemui warga, hingga kemudian dilakukan pertemuan diruang rapat gedung DPRD tersebut guna mendengar keluhan warga.

Dipertemuan itu, Darwis, salah seorang perwakilan penghuni rusunawa mengaku dihadapan kedua Wakil Ketua DPRD Sibolga, bahwa air yang biasanya mengalir setiap hari untuk mereka gunakan, telah diputus secara sepihak oleh PDAM Tirta Nauli Sibolga, tanpa tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.

“Pada bulan 10 (Oktober-red) air kami warga rusunawa telah diputus PDAM sibolga secara sepihak, padahal kami setiap bulannya selama enam bulan terakhir melakukan pembayaran, namun kenapa air kami diputus,” ungkap Darwin.

Kemudian kata darwis, setelah dua hari air diputus, beberapa warga mendatangi Dinas LHKP yang kini menangani permasalahan rusunawa, dan ketika itu langsung di terima oleh Kadis LHKP Tumbur Harahap.

“Karena kami yakin kami tidak mempunyai persoalan terhadap pembayaran air, beberapa dari warga mendatangi dinas LHKP untuk mempertanyakan, karena selama ini uang air sebesar Rp 35 ribu setiap bulannya kami bayar dikemanakan, kenapa terjadi pemutusan. Dan saat itu pak Tumbur mengatakan bahwa rekening air di rusunawa telah menunggak. Jadi kata pak Tumbur uang yang kami setorkan selama ini untuk membayar tunggakan tersebut,” jelasnya.

Dan kemudian kata kadis LHKP, bahwa uang di dinas LHKP tidak ada dianggarkan untuk membayar tunggakan rekening air.

“Sehingga katanya mereka mau menutupi tunggakan tersebut dari uang APBD, akan tetapi pihak PDAM tidak mau menerima uang APBD, sebut darwis sembari menambahkan setelah pertemuan, Kadis LHKP menyarankan untuk mempertanyakan langsung kepada PDAM Tirta Nauli Sibolga.

Setelah pertemuan dengan Kadis LHKP, Darwis menyebutkan beberapa warga mendatangi PDAM Sibolga dan mempertanyakan hal serupa.

“Esoknya kami datangi PDAM dan diterima oleh Pak suganda, pak suganda menjelaskan bahwa rekening air yang ada di Rusunawa telah menunggak selama enam bulan dengan total Rp 62 juta. Jadi kami mempertanyakan uang kami selama enam bulan yang kami kumpulkan dikemanakan oleh pengelola Rusunawa,” tanya Darwis.

Menyikapi keluhan warga, pimpinan rapat Hendra Sahputra dan Jamil Zeb Tumori akan menindaklajuti dengan instansi terkait.

“Kami yang ada disini berjanji akan menyelesaikan persoalan warga rusunawa, tapi kami mohon bantu kami, pertama saya minta kepada perwakilan untuk mendata berapa banyak warga yang telah membayar uang air selama tahun 2017 ini dengan ril, sehingga kami bisa menyelesaikannya, karena persoalan ini sangat urgen apalagi berhubungan dengan pengelolahan keuangan,” sebut Hendra.

 

 

Sumber: ril
Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *