Bupati Tapteng: Saya Anti dengan Wartawan dan LSM yang Tidak Jelas

  • Whatsapp
Jajaran pengurus IWO Sibolga - Tapteng foto bersama dengan Bupati Tapteng, Senin, (6/11/2017).

PANDAN – Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani menegaskan, dirinya tidak anti kepada wartawan dan LSM. Namun, dia anti kepada oknum-oknum wartawan dan LSM yang tidak jelas, yang kerjanya selama ini hanya menakut-nakuti serta menuduh dan memfitnah.

Diungkapkan Bupati, dirinya tahu selama ini banyak oknum-oknum wartawan dan LSM yang tidak jelas di Kabupaten Tapanuli Tengah. Ia pun memiliki ide bagaimana cara memisahkan antara wartawan dan LSM yang sungguhan dengan yang tidak jelas.

Bacaan Lainnya

“Memang benar saya melarang SKPD saya untuk memberikan uang kepada para LSM dan wartawan yang tidak jelas, karena itu tidak keharusan,” ucap Bakhtiar ketika menerima kehadiran pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapteng, Senin (6/11/2017).

“Di sisi lain, saya sedang menyusun konsep agar bagaimana para wartawan dan LSM yang jelas ini bisa nanti memiliki penghasilan dan perhatian dari Pemkab dengan cara yang jelas dan benar serta halal. Tahun depan itu akan kita wujudkan dan sudah saya rancang itu,” imbuhnya.

Dia mengakui, sejak dilarangnya para SKPD dan jajarannya untuk memberikan uang kepada wartawan dan LSM, ia ingin melihat bagaimana sebenarnya kinerja para wartawan itu serta kemampuannya.

“Saya tidak bodoh, saya punya penilaian. Makanya saya susun konsep dan tahun depan para wartawan yang benar-benar memiliki media dan juga LSM yang jelas bisa mendapat anggaran dari Pemkab apakah itu dalam bentuk kerja sama dan bentuk lainnya yang tidak menyalahi aturan,” katanya.

Konsepnya jelas, peruntukannya kepada wartawan tanpa melanggar aturan dan undang-undang, sehingga teman-teman wartawan tidak perlu takut mendapatkan perhatian tersebut.

“Hanya saja dengan sistim yang sedang saya siapkan ini, akan terseleksi dengan sendirinya wartawan dan LSM yang tidak jelas itu,” tegasnya.

Ia juga paham bagaimana kehidupan di lapangan. Karena menurutnya, kehidupan dia sebelum menjadi anggota DPRD dan Bupati Tapteng, asli anak lapangan.

“Saya dibesarkan di lapangan! Dan saya paham betul bagaimana kondisi dan situasi yang terjadi di lapangan. Maka itu saya siapkan konsep bagaiman teman-teman di lapangan bisa mendapatkan penghasilan yang halal dan baik,” ujar dia.

“Jadi mohon pengertian para teman-teman, bukan saya anti kepada teman-teman wartawan dan LSM, saya hanya anti kepada wartawan dan LSM yang tidak jelas,” tandasnya.

Untuk kegiatan IWO, tambah Bakhtiar, dirinya menyambut baik kehadiran IWO. Ia berharap IWO bisa berkontribusi dalam pembangunan Tapteng.

 

Sumber: ril

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *