UMK Tapteng tahun 2018 Diusul Rp2,5 juta

  • Whatsapp
Ketua DPD K-SPSI Tapteng, Abdul Rahman Sibuea.

PANDAN – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD K-SPSI), Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Abdul Rahman Sibuea mengaku bahwa Upah Minimum Kabupaten Tahun 2018 belum ditetapkan atau belum dibahas.

“Untuk UMK di Tapteng Tahun 2018 belum ditetapkan atau belum dibahas. Nantinya akan dibahas melalui rapat dewan pengupahan, yakni serikat pekerja dan Pemerintahan,” kata Rahman, saat dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya, Selasa (7/11/2017).

Bacaan Lainnya

Rahman, berharap Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tapteng, agar dapat segera melaksanakan rapat dewan pengupahan. Menentukan ataupun merumuskan pengupahan UMK Tapteng Tahun 2018.

“Kita harap Disnaker Tapteng dapat melaksanakan rapat dewan pengupahan sesegera mungkin, agar per Januari 2018 sudah efektif pengupahan UMK di Tapteng,” ucapnya.

Lanjutnya, untuk UMK di Tapteng Tahun 2017 sebesar Rp2,2 juta. Jadi untuk UMK 2018 dapat lebih besar lagi dan berharap dapat mencapai Rp2,5 juta.

“Kita harap UMK Tapteng dapat meningkat dari Rp2,2 juta Tahun 2017 sampai Rp2,5 juta pada Tahun 2018,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Aris Sutrisno menjelaskan bahwa pihaknya belum menerima surat dari Provinsi Sumatera Utara dan masih menunggu.

“Saat ini pihak Disnaker masih melakukan survei pasar. Setelah melengkapi data kita akan melakukan rapat dewan pengupahan, dan untuk tingkat Kabupaten nantinya dalam penetapan pengupahan UMK paling lambat pada tanggal 10 November nantinya,” tegasnya.

 

 

Penulis: Firmansyah

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *