Habisi Nyawa Putri Kandungnya Pelaku Bilang Khilaf

  • Whatsapp
Rekonstruksi pembunuhan anak kandung oleh ayahnya di gelar Polsek Pinangsori, Kamis, (9/11/2017).

PINANGSORI – Polsek Pinangsori menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap almarhum Safrida Batee yang dibunuh oleh ayah kandungnya Antonius Batee pada bulan April 2017 lalu.

Rekonstruksi pembunuhan yang terjadi di dusun 1 Aek Lobu, Desa Danau Pandan, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, digelar di Aula Mapolsek Pinangsori, Kamis, (9/11/2017).

Bacaan Lainnya

Menurut pantauan awak media, ada 27 adegan dalam rekontruksi pembunuhan ini oleh tersangka.

Kuasa Hukum tersangka, Charles Situmorang kepada wartawan mengatakan, modus pembunuhan terjadi karena masalah sepele, dan dilakukan sendiri oleh tersangka dengan sebilah pisau.

“Kepada saya tersangka mengaku melakukan pembunuhan terhadap putri kandungnya itu karena tersinggung atas ucapan anaknya yang tidak mau di suruh keladang,” kata Charles.

Charles menyebutkan, korban menolak suruhan orangtuanya dan kemudian diancam dibunuh.

“Saat itu korban malah melawan orangtuanya, jadi tersangka merasa kalau dia selaku orangtua sudah tidak di hargai lagi sama anaknya. Kemudian karena tersangka mengalami tekanan psikologi yang belum stabil akibat di tinggal istri pertama dan kedua, jadi Dia merasa seperti di sepelekan oleh anaknya,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapteng AKP Zulfikar mengatakan kalau rekonstruksi yang digelar untuk melengkapi berkas BAP dan harus tetap berkordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU0 dan kuasa hukum tersangka.

“Dan saya minta kita di sini bekerjasama dan selalu bertanya pada jaksa penuntut umum dan pengacara tersangka untuk dilanjutkan ke segmen-segmen yang telah di BAP – kan, agar semua berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

 

 

Penulis: Jobbinson Purba

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar