Dugaan Korupsi Rigid Beton, Minggu ini Giliran Wali Kota Sibolga Akan Diperiksa Penyidik Kejatisu

  • Whatsapp
Ke 10 tersangka (rekanan) pada proyek rigid beton sibolga tahun 2015 saat digiring pihak Kejatisu. DOK SNT.

MEDAN – Wali Kota Sibolga HM Syarfi Hutauruk dijadwal akan diperiksa oleh tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Sumut), pekan ini. Pemeriksaan Wali Kota Sibolga Dua Periode itu sebagai saksi dalam kasus tindak pidana dugaan korupsi pada pekerjaan proyek Rigid Beton di Dinas Pekerjaan Umum Kota Sibolga Tahun Anggaran (TA) 2015 senilai Rp 65 Miliar.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejatisu Sumanggar Siagian melalui selulernya, Senin pagi, (13/11/2017) kepada Smart News Tapanuli.

Bacaan Lainnya

“Pemeriksaan terhadap Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk dijadwalkan minggu ini. Surat pemanggilan pemeriksaan sudah dilayangkan minggu lalu, dan pekan ini jadwal pemeriksaannya” kata Sumanggar mengawali keterangannya.

Sumanggar menyebutkan, pemeriksaan terhadap Syarfi terkait sudah ditahannya 10 orang rekanan pada proyek rigid beton tersebut beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, selain pemeriksaan orang nomor satu di Kota Sibolga itu, 3 tersangka lainnya, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sibolga Marwan Pasaribu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Ketua Pokja, juga telah dijadwalkan pemeriksaannnya pada minggu ini.

” Selain Wali Kota Sibolga, tiga tersangka lainnya yakni Kadis PU, PPK dan Ketua Pokja telah dijadwal kembali untuk dilakukan pemeriksaan minggu ini, setelah pekan lalu mangkir dari panggilan untuk diperiksa oleh penyidik Kejatisu” ujar Sumanggar.

Diberitakan sebelumnya, 10 tersangka sudah dilakukan penahanan di Rutan Tanjunggusta Medan, pekan lalu.

Ke-10 tersangka yang ditahan itu,‎ masing-masing bernama Jamaluddin Tanjung Direktur PT Barus Raya Putra Sejati, Ivan Mirza Direktur PT Enim Resco Utama, Yusrilsyah Direktur PT Swakarsa Tunggal Mandiri, Pier Ferdinan Siregar Direktur PT Arsiva, Mahmuddin Waruwu Direktur PT Andhika Putra Perdana.

Kemudian, Erwin Daniel Hutagalung Direktur PT Gamox Multi Generalle, Hobby S Sibagariang Direktur PT Bukit Zaitun, Gusmadi Simamora Direktur PT Andika Putra Perdana, Harisman Simatupang Wadir CV Pandan Indah dan Batahansyah Sinaga Direktur VIII CV Pandan Indah.

Dalam kasus tindak pidana dugaan korupsi proyek rigid beton Sibolga tahun 2015 itu, negara mengalami kerugian Rp10 miliar, sesuai dengan hasil audit BPK RI Perhitungan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp 10 Miliar.

 

(ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *