Desa Pananggahan Gunakan ADD Bangun LPJU, Rabat & Drainase

  • Whatsapp
Kepala Desa, Pendamping desa dan pihak Kecamatan saat meninjau proyek desa pananggahan yang sudah selesai.

TAPANULI TENGAH – Desa Pananggahan, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah membangun Lampu PJU serta rabat beton dan drainase dari dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat. Pembangunan yang dilaksanakan tahun 2017 ini, sesuai dengan hasil musyawarah antara masyarakat. Sehingga disepakati sasaran dana desa yang mereka terima selama tahun 2017.

Menurut warga yang ada di desa Pananggahan Sawalim Tumanggor saat ditanya wartawan mengenai penggunaan dana desa di Pananggahan mengatakan, bahwa sepengetahuannya dana desa di Pananggahan sebagian besar sudah tersalurkan, dimana dana desa tersebut dipergunakan untuk membangun fisik bangunan.

“Sangat terlihat jelas, apa yang kami bangun di desa ini, termasuk Lampu PJU yang saat ini terlihat dipinggir jalan, kemudian pembangunan rabat beton dan drainase. Kami bangga dengan program pak presiden ini, mudah-mudahan kedepan, kucuran dananya semakin besar dan semakin tepat sasaran,” bebernya, Senin (13/11/2017).

Sementara itu, Kepala Desa Pananggahan Masdar Gultom yang dikonfirmasi wartawan terkait penggunaan dana desa di Pananggahan, Masdar menjelaskan, bahwa tahun 2017, dana desa yang mereka terima sebanyak Rp746.222.000, dengan perincian untuk fisik dipergunakan Rp689.201.000, kemudian operasional pekerjaan senilai Rp57.021.000.

Untuk Kades Pananggahan Masdar menerangkan, bahwa dana yang mereka terima dipergunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk Pengadaan lampu PJU di desa Penanggahan dusun I, II, dan III sebanyak 8 unit, dengan alokasi dana Rp21.000.000, kemudian pembangunan rabat beton di dusun II, volume 618.30 meter, dengan alokasi dana untuk fisik Rp407.945.100, operasional Rp45.322.000, total dana yang dipergunakan rabat beton senilai Rp453.272.100. Pembangunan saluran drainase di dusun II, volume pekerjaan 145 meter, anggaran yang dipergunakan untuk fisik Rp105.245.900, operasional Rp11.694.000, total dana yang dipergunakan Rp116.939.000.

Selain itu, dana desa juga dimamfaatkan untuk melaksanakan bimbingan teknis sistem keuangan desa untuk peningkatan pemberdayaan kapasitas aparatur desa sebesar Rp14.200.000, kegiatan pelatihan dan pendidikan formal dengan dana yang dipergunakan Rp47.460.000, penyuluhan hukum rangka pemberdayaan masyarakat desa tahun 2017 dengan dana Rp6.600.000, kegiatan pembangunan sistem administrasi dan keuangan desa tahun 2017 dengan dana Rp9.100.000, kegiatan pelatihan jahit menjahit masyarakat dengan dana Rp77.650.000.

“Untuk pemamfaatan dana desa ini, jujur saja saya kurang paham, makanya saya sangat berharap agar pihak pemerintah kecamatan turun tangan bersama-sama dengan penegak hukum dari Polres dan Kejaksaan Negeri Sibolga, sehingga pemamfatannya lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa Isa Ashari Situmeang secara terpisah saat dikonfirmasi wartawan menerangkan, kalau selama ini mereka terus melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana desa.

“Dari segi fungsi, kami dari BPD terus melakukan monitoring kelapangan, sehingga apa yang terjadi dilapangan bisa kami ketahui. Memang untuk pelaksanaan fisik, kami kurang paham, makanya kami selaku masyarakat berterimakasih sekali dengan turunnya penegak hukum melakukan peninjauan dan melaksanakan penyuluhan hukum, mudah-mudahan kedepan, desa kami ini semakin meningkat dalam pemamfaatan dana desa,” pungkasnya.

 

Penulis: Firmansyah

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *