Duh! Disekolah Ini Cuma Satu Guru PNS, Muridnya 150 Orang

  • Whatsapp
Plank nama sekolah SMP Negeri Satu Atap Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

TAPANULI TENGAH – Tenaga pengajar yang selalu di tuntut agar lebih profesional dan lebih maksimal untuk memberikan didikan pada anak anak didiknya seharusnya di imbangi dengan kemampuan daya serap dari sekolah itu sendiri.

Salut dan kagum adalah ungkapan yang patut disampaikan kepada Sekolah yang terletak di daerah pegunungan di Kelurahan Lumut ini. SMP Negeri Satu Atap Lumut ini memiliki siswa-siswi 150 orang di ajar oleh 15 orang-guru yang semuanya tenaga honor.

Bacaan Lainnya

Hal ini di sampaikan oleh Kepala sekolah SMP Negeri Satu Atap Lumut Minar S.Sihombong S.Pd kepada awak media, Senin, (13/11/2017) ketika sambangi di sekolahnya.

 

 

Dia bercerita kalau sekolahnya adalah salah satu sekolah menengah pertama yang juga banyak mengukir prestasi. Baik itu tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten.

“Saya disini memiliki 150 siswa. Semuanya adalah asli warga di sini. Kalau guru-guru di sini ada 15 orang, tapi semuanya tenaga honor. Dan untuk mereka, penghasilannya kadang prihatin juga. Cobalah Bapak hitung sendiri, honor untuk mereka ini adalah Rp 7 000,-/Jam. Padahal ada ini yang datang dari pandan, dan paling jauh dari Barus.,” ungkap Minar S.Sihombong mengawali cerita kepada wartawan.

 

 

Minar berharap bantuan dari pihak dinas terkait untuk ruangan guru dan penambahan guru dari Pegawai Negeri.

“Kalau bisa kita minta adalah tambahan di sekolah ini, PNS mengajar di sini. Namanya saja Sekolah Negeri tapi PNS nya cuman Kepala Sekolah saja,” bebernya.

Kepala Sekolah Minar R.Sihombing Spd ini juga menjelaskan kalau sekolah yang Dia pimpin saat ini masih bayak kekurangan, baik itu Ruang guru, Perpustakaan maupun fasilitas Toilet sekolah, Dan paling utama adalah Dek Penahan Tanah di sisi bangunan sekolah tersebut.

 

 

“Kita di sini masih banyak kekurangan, seperti ruang untuk guru dan toilet sekolah. Namun ada juga yang paling perlu juga Dek Penahan Tanah di pinggiran itu. Kalau tidak segera di tahan tanah ini maka bangunan ini pun saya rasa bisa berpindah ke bawah sana. Karena tanah kita kan di sini tidak rata,” jelasnya.

Para guru-guru yang mengajar di sekolah ini pun, mengharapkan pihak dinas Pendidikan bisa memikirkan dan memperhatikan masa depan mereka.

“Kalau bisa Pak, kita juga berharap pada pemerintah lewat Dinas Pendidikan agar nasib kita kedepan juga di perhatikan nantinya,” ungkap Laoly salah seorang Guru honorer di sekolah ini.

 

 

Penulis: Job Purba

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *