Jalan Desa Sihaporas, Masundung Pinangsori dari Aspal Hingga Tinggal Tanah

  • Whatsapp
Anak Sekolah Berjalan Kaki dari jalan yang kurang perhatian untuk perbaikan.

TAPANULI TENGAH – Warga dari tiga desa, Sihaporas, Masundung Dan Desa Sialogo mengharapkan jalan biasa dilintasi mereka untuk bisa di perbaiki.

Pantauan wartawan, tampak di lokasi jalan Di desa Sihaporas, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah ini, tinggal bebatuan di balut tanah. Padahal, dulu jalan desa ini telah di aspal, namun kurangnya pengawasan dan pekerjaan yang terkesan asal jadi membuat mutu dan kualitas jalan tersebut cepat rusak.

“Ini memang jalannya sudah di aspal oleh pemerintah dulu, namun kurangnya pengawasan dan cara kerja pemborongnya asal siap membuat jalan ini tak bisa bertahan lama. Buktinya sekarang tinggal batu dan tanah yang tampak. Jadi kita kembali lagi melintasi jalan tanah. Apabila hujan ya, licin lah,” ungkap S.Hutagalung di Sihaporas, Kecamatan Pinangsori kepada awak media.

 

 

Hal senada juga di sampaikan Marga Tarihoran, pemilik lahan di pinggir jalan menyebutkan bahwa sudah ada perbaikan di atas. tapi cuman 1 km, padahal ada 3 desa yang memanfaatkan akses ini yakni Sialogo dan Masundung yang wilayah Lumut, dan Sihaporas yang menjadi titik awal jalan ke dua desa di atas yang masih kecamatan Pinangsori.

“Ini adalah akses tiap hari yang di pakai 3 desa, Masundung dan Sialogo kecamatan Lumut dan Desa inilah Sihaporas kecamatan Pinangsori. Apalagi saat ini musim buah durian jadi akses ini sangat di keluhkan pengguna jalan ini,”ujarĀ  Tarihoran menjelaskan.

Dia mengharapkan agar pemerintah daerah lewat pimpinam Kabupaten yang baru saat ini, bisa memperhatikan desa dan akses jalan ini.

“Kami hanya bisa berharap pada Bapak Pimpinan Kabupaten Tapanuli Tengah ini, Pak Bupati dan wakilnya, bisa di perhatikan jalan Desa inilah,” ungkapnya menambahkan.

 

 

Amatan pada Rabu siang, (15 /11/2017 di lokasi tampak sejumlah anak sekolah sedang pulang ke desanya dengan berjalan kaki .

Mereka terlihat riang dan keringatan jalan pada siang hari menaiki jalan yang menanjak itu. 3 km jarak yang mereka tempuh dengan berjalan kaki menelusuri akses ini.

 

 

Penulis: Job Purba

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *