Korem 023/KS Gelar Sosialisasi Bahaya Laten Komunis

  • Whatsapp
Korem 023/KS gelar sosialisasi bahaya laten komunis.

SIBOLGA – Sebanyak 150 prajurit TNI-AD serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Persit dari satuan jajaran Makorem 023/KS menghadiri sosialisasi Balatkom (Bahaya Laten Komunis) bertempat di Aula Gupala Makorem 023/Kawal Samudera di jalan datuk itam Sibolga, Rabu ( 15/11/2017 ).

Press rilis yang diterima redaksi SNT menyebutkan bahwa tujuan sosialisasi itu dilaksanakan untuk merefresh dan mereview kembali terhadap pengkhianatan yang dilakukan oleh Komunis terhadap Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia.

Disebutkan, hal itu sangat erat kaitannya dengan tema yang diangkat, yakni ” Melalui Pembinaan Antisipasi Balatkom  dan Faham Radikan, Prajurit TNI-AD Senantiasa Waspada dan Mampu Mengambil Langkah Yang Tepat Dalam Mengamankan dan Menjaga Kselamatan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Segala Bentuk Ancaman Terutama Bangkitnya Kembali Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal,”.

Diterangkan, berdasarkan ketetapan MPRS No. XXV/1966 ,sampai saat ini masih menjadi momok bagi siapapun yang ingin menghidupkan kembali ideologi dan paham Komunis di Indonesia. Bangsa Indonesia hingga detik ini masih trauma dengan sebuah tragedi nasional yang terjadi pada tahun 1965, sejarah telah mencatat bahwa pada 1 Oktober 1965 diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Pada acara tersebut, WS Kasrem 023/KS letkol Inf Drs Nelson Rajagukguk membacakan amanat Danrem 023/KS Kol Inf Donni Hutabarat yang mengatakan mencermati berkembangnya berbagai ancaman yang dapat membahayakan kedaulatan maupun keutuhan wilayah NKRI baik yang datang dari luar negeri, yaitu bahaya laten komunis dan faham radikal.

“Akhir-akhir ini ada indikasi dari kedua kelompok tersebut ingin menghidupkan kembali ideologi mereka yaitu cengan cara mengadakan pertemuan-pertemuan berkedok silaturahmi dan melakukan kegiatan propaganda di media massa maupun elektronik,” kata Danrem.

Menyikapi hal itu lanjut Danrem, perlua adanya pembinaan bagi prajurit dan Apkowil sebagai dasar untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahamam tentang bahaya laten komunis dan faham radikal.

“Korem 023/KS menganggap bahwa perlu adanya pembinaan bagi prajurit dan Apkowil sebagai dasar untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahamam tentang bahaya laten komunis dan faham radikal, sehingga mampu mengambil langkah yang tepat dalam mencegah berkembangnya ajaran yang dilarang di Indonesia. Kedepannya upaya proaktif dari Apkowil dan unsur intelijen yang ada di jajaran Makorem 023/KS, dapat tercipta dengan baik agar prajurit senantiasa dapat mewaspadai dan memonitor kegiatan yang menyimpang di wilayah,” jelas Danrem 023/KS.

Pada kesempatan itu, Mayor Inf T. Barus sebagai Pasi Tahwil memberi materi tentang bahaya komunis.

“Walaupun Komunis telah kalah, dalam dinamikanya mereka akan tetap terus hidup dan bergerilya untuk menunggu saat yang tepat untuk bangkit kembali. Paham Komunisme telah diwaspadai sebagai bentuk bahaya laten dan sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia. Sementara itu upaya membalikkan fakta sejarah juga terus dilakukan oleh PKI agar tercipta sebuah citra bahwa merekalah yang justru menjadi korban dan menjadi Pahlawan bagi Indonesia,” kata mayor Barus.

“Ideologi Komunis sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila, dan bangsa Indonesia sangat menolak keras apapun indikasi dan gerakan-gerakan yang berusaha untuk menghidupkan kembali paham tersebut. Untuk itu dibutuhkan pemahaman dan kesadaran untuk berwawasan nasional, cinta tanah air dan keikhlasan berkorban kepada bangsa dan Negara, terutama bagi generasi muda penerus bangsa,” ungkapnya.

 

 

Sumber: rilis penrem023

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *