Elektabilitas Golkar Anjlok Gara-gara Setya Novanto

  • Whatsapp
Setnov (kiri). Foto:OkeZone/int.

MEDAN – Akbar Tanjung selaku Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, mendukung langkah-langkah yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penanganan kasus dugaan korupsi mega proyek e-KTP, yang menjerat Ketua DPR RI, Setya Novanto.

“Bagi kami (Golkar) dan bagi saya selaku Wakil Ketua Dewan Kehormatan, tidak ingin kejadian seperti itu. Namun, bukti-bukti ada indikasi tindak pidana korupsi. Apa lagi penyebab kerugian negara Rp2,3 triliun. Tentu kami mendukung penuh langkah-langkah KPK, lebih cepat tentu lebih baik,” kata Akbar Tanjung kepada wartawan di Medan, Jumat sore, 17 November 2017.

Menurut Akbar Tanjung, kasus korupsi yang menjerat Ketua Umum Partai Golkar itu berdampak dengan terus menurunnya elektabilitas partai berlambang beringin ini. Maka dengan itu, harus ada upaya langkah dilakukan untuk menaikkan elektabilitas kasus hukum dialami Setya Novanto.

“Beberapa bulan belakang ini, tren elektabilitas partai kita, Partai Golkar terus menurun sudah sampai sekitar 7 persen. Dengan ini, kami tidak ingin ada penurunan. Kalau menurun sampai sekitar 4 persen, bisa kiamat kami ini,” ujar sesepuh di Partai Golkar itu, dikutip dari laman viva.co.id.

Dia menjelaskan, elektabilitas Golkar menurun sampai 4 persen, sudah dipastikan Golkar tidak ada perwakilan di DPR RI. Maka untuk itu katanya, harus ada langkah dilakukan partai Golkar, segera untuk meningkatkan elektabilitas untuk Pilkada serentak 2018 dan Pilpers 2019.

“Partai Golkar ini, partai tua. Kita pernah pemenang Pemilu 2004. Bahwa terjadi penurunan, kalau kita silap, kita bisa disalip partai-partai yang lainnya,” ujar Akbar.

Sementara itu, Setya Novanto saat ini sudah berstatus sebagai tahanan KPK. Dia sekarang berada di RSCM untuk mendapatkan perawatan medis akibat mengalami luka-luka karena mengalami kecelakaan lalu lintas.

 

(int-editor:ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *