KEREN! SMA Negeri 1 Pinangsori Temukan Cara Menetaskan Telur Ayam

  • Whatsapp
Alat Penetas Telur Ditemukan di SMA Negeri 1 Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah. Foto: Job Purba./Smart News Tapanuli.

TAPANULI TENGAH – Sekolah SMA Negeri 1 Pinangsori yang berada di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) melaksanakan praktek kewirausahaan dengan membuat mesin penetasan telur dengan bahan-bahan yang sederhana.

Dengan alat yang sederhana melakukan pembuatan penetasan telur dengan menggunakan tenaga minyak tanah, selain itu juga bahan yang digunakan ember, lampu semprong, pipa, jaring tempat letak tulur, triplek penutup atas dan lakban.

Bacaan Lainnya

Disamping itu diceritakan Syaidal, SE.SP.d selaku Guru Praktek dan Pembina di sekolah SMA Pinangsori, sebelum diterapkannya atau di praktekkannya disekolah tersebut, syaidal terlebih dahulu telah melakukannya dirumah sendiri dan itu sudah terbukti dengan menghasilkan anak-anak ayam dari mesin penetas telur yang sangat sederhana dengan harga diperkirakan hanya Rp.50.000 Rupiah.

Setelah berhasil melakukannya di rumah Syaidal langsung memperaktekkan di sekolah, siswa-siswi sangat antusias dengan praktek yang diberikan oleh gurunya itu, praktek penetasan telur langsung dilaksanakan di sekolah dengan berbagai kelompok tersebut.

“Pembuatan mesin telur yang sangat sederhana ini hanya memakan dana Rp.50.000 rupiah, temuan ini juga memudahkan anak-anak yang berada dikampung, memudahkan mereka untuk berternak ayam dirumah tanpa menggunakan alat listrik jelas Syaidal,” kepada Wartawan, Sabtu, (18/11/2017).

“Pembuatan mesin telur yang sangat sederhana ini, disamping kita bisa buka usaha juga bisa menguntungkan diri sendiri, tanpa harus membeli penetas telur yang memakan harga jutaan rupiah”.

Sementara praktek yang dilakukan di sekolah SMA N 1 Pinangsori , baru dilakukan sekitar satu minggu, muatan telur yang dieramkan di mesin penetasan maksimal sebanyak 40 butir telur, selain telur ayam telur bebek juga bisa dieramkan.

Syaidal menambahkan, kedepannya akan membuka terobosan baru disekolah dimana tempat dia mengajar dengan membudidaya belut, sambungnya disamping memberikan ilmu kepada siswa-siswi, Dia juga akan terus menumbuh kembangkan pola berfikir dan kreativitas seni anak menjadi anak-anak yang kelak berguna kepada kedua orang tuanya seusai lulus dari sekolah kita ini ucap Syaidal.

Adapun siswa-siswi yang terdaftar disekolah SMA N 1 Pinangsori mencapai sekitar 909 pelajar.

 

Laporan: Job Purba

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *